Ini Dia Lem untuk Kayu Kelapa Terbaik

0
1428
elemen eksterior kayu kelapa

Meskipun mirip kayu pada umumnya, namun kayu kelapa merupakan kayu dari tumbuhan monokotil. Hal itu membuatnya memiliki ciri tersendiri yang berbeda dari jenis kayu kebanyakan yang berasal dari tanaman dikotil. Seperti apa karakteristik kayu kelapa? Lantas apa lem untuk kayu kelapa yang bagus dan kualitasnya terjamin? Simak pemaparannya di bawah ini.

Mengenal Kayu Kelapa

Sebagaimana namanya, kayu kelapa jelas adalah kayu dari pohon kelapa. Pohon kelapa sendiri adalah pohon yang berasal dari area tropis dan terdapat sangat banyak di wilayah tersebut. Secara umum, pohon kelapa mampu menghasilkan buah hingga usia 70 tahun. Pasca memasuki usia tersebut, kayu kelapa biasanya kurang produktif sehingga banyak ditebang untuk kebutuhan lainnya. Masyarakat di wilayah beriklim tropis sendiri sudah sangat terampil dalam memanfaatkan kayu kelapa mulai untuk pembangunan rumah sampai perabotan.

Namun seiring berjalannya waktu, pemakaian glugu mulai menurun. Baru beberapa tahun belakangan ini, trend pemakaian kayu kelapa mulai meningkat pesat. Berbagai usaha komersial pun turut menyemarakkan trend ini dengan menghasilkan aneka produk berbahan dasar kayu kelapa. Apalagi secara umum, kayu yang juga sering disebut glugu ini punya potensi pemanfaatan besar. Kayu ini sebagaimana kayu yang lain dapat dipakai untuk struktur bangunan hingga pembuatan mebel dan perabot.

Karakteristik Kayu Kelapa

CS Lem Kayu

Bila dilihat dari tampilannya, secara umum kayu ini memiliki rupa seperti mahogany atau mahoni. Akan tetapi, kayu kelapa memiliki lebih banyak serat atau fiber dibanding dengan kayu mahoni. Selain itu kekhasan warna ala mahoni juga tak terdapat pada glugu. Sebaliknya, range atau jenis warnanya biasanya hanya keemasan hingga agak gelap sampai mirip ebony dengan flek berwarna hitam. Yang unik, karena tak memiliki cabang, kayu glugu sudah pasti bebas mata kayu. Bahkan kayu ini juga tak memiliki lingkar tahun.

Bagian paling keras dan paling padat dari suatu batang kayu kelapa adalah bagian luarnya. Bagian inilah yang membuat pohon kelapa kokoh dan kuat, meski tetap elastis karena kandungan silicanya yang tinggi. Seiring dekat dengan area inti, densitas atau kepadatan kayu glugu makin mengecil. Bila dibedakan, maka berdasarkan densitas atau kepadatan kayu kelapa bisa dibedakan atas 3 kelompok kelas:

1. High-density timber (dermal) atau densitas tinggi – hard: 600–900 kg/m³. Biasanya berwarna paling gelap dari kehitaman sampai coklat tua.
2. Medium-density timber (sub-dermal) atau densitas medium – medium/hard: 400–600 kg/m³. Biasanya berwarna coklat muda.
3. Low-density timber (core) atau densitas rendah – soft/medium: 200–400 kg/m³. Bagian ini biasanya berwarna paling cerah seperti keemasan.

gelas kayu kelapa

Perbedaan densitas ini akan berdampak pada pemakaian kayu kelapa yang berbeda-beda.

Perekatan untuk Kayu Kelapa

Untuk mengolah kayu kelapa lebih lanjut, jelas ada banyak proses atau tahapan yang harus dilalui. Salah satu tahapan tersebut adalah tahapan pengeleman. Misalnya, pemakaian kayu kelapa untuk membuat kursi. Atau, perekatan kaki meja dari kayu kelapa pada bagian atas meja. Jelas, lem dibutuhkan untuk merekatkan sambungan-sambungan pada kedua perabot tersebut.

Perekatan bagaimanapun juga memang proses vital pada industri woodworking tak terkecuali untuk kayu glugu. Sebab hanya dengan proses inilah komponen suatu produk kayu bisa disatukan satu sama lain menjadi satu bentuk fungsional dan estetik. Dan karena itu juga, maka bahan utama perekatan perlu diperhatikan dengan baik. Bahan itu adalah lem atau adhesive untuk glugu.

Apa Lem untuk Kayu Kelapa Terbaik?

Lem yang bagus pertama-tama adalah lem yang dapat mengikat suatu produk secara kimiawi. Ikatan tersebut harus kuat dan tidak mudah rusak. Bila dilihat dari segi tampilan, ikatan tidak menyebabkan glue line dan lapisan yang terlalu tebal. Dan bila dilihat dari tingkat keamanannya, ikatan tersebut tak dihasilkan dari zat-zat membahayakan. Inilah contoh beberapa kriteria lem yang “bagus” atau berkualitas.

Pada kayu kelapa, karena karakter seratnya spesifik, jelas tak semua lem bisa digunakan. Apalagi bila mengharapkan kualitasnya yang bagus. Oleh sebab itu, pemilihan lem untuk pengolahan gluglu lebih lanjut perlu dilakukan secara cermat.

Sebagai bahan pertimbangan atau opsi, lem untuk kayu kelapa yang kami sarankan di antara berbagai adhesive lainnya di pasaran adalah Crossbond. Didesain secara universal untuk semua bahan kaya serat alam organik, lem ini dapat bekerja sangat baik pada bambu, kayu, rotan, veneer, dan semua bahan kayu organik lainnya.

Crossbond sendiri sebetulnya adalah tipikal lem PVAc atau biasa disebut lem putih. Hanya saja, yang membuat lem ini berbeda adalah kandungan inner cross linker modifiernya yang membuatnya lebih kuat, dan resistensinya pada air yang sangat baik. Padahal, biasanya lem PVAc kurang tahan air.

Untuk pemakaiannya, lem ini dibedakan menjadi dua. Yang pertama adalah Crossbond X3 dan yang kedua adalah Crossbond X4. Crossbond X3 merupakan lem PVAc yang tujuan pembuatannya untuk dijadikan perekat pada sambungan. Misalnya sambungan dowel sampai finger joint. Sedangkan lem Crossbond X4 adalah lem PVAc yang tujuan pembuatannya untuk dijadikan perekatan laminasi, misalnya pemasangan veneer dan deck kayu.

Produk Kayu Kelapa dengan Lem Crossbond

furniture glugu

Dari densitas atau kepadatannya sendiri, pemanfaatan glugu bisa dibedakan sendiri-sendiri. Pertama, tipe atau bagian glugu yang punya densitas tinggi, sangat cocok digunakan untuk kebutuhan struktural. Contohnya saja untuk pilar bangunan, kusen pintu, kusen jendela, decking, hingga parquet.

Selain itu glugu tipe ini juga sesuai digunakan untuk pembuatan furniture. Berbagai furniture atau mebel dari kayu kelapa yang Anda lihat, seperti bangku, meja, hingga kursi, umumnya dan idealnya dibuat dari kayu kelapa yang kepadatannya tinggi. Sedangkan untuk yang densitasnya medium, pemanfaatan paling banyak adalah untuk pembuatan dinding, paflon atau ceiling, dan berbagai laminasi horizontal lainnya. Artinya, pemanfaatan glugu dengan densitas pertengahan tersebut biasanya dilakukan untuk keperluan dengan kekuatan tak terlalu besar yang biasanya hanya ideal untuk densitas tertinggi. Tipe terakhir, kayu kelapa dengan densitas rendah biasanya digunakan untuk panel kayu, beberapa bagian paflon, serta perabotan rumah tangga. Mangkok, vas bunga, entong, hingga talenan dari kayu kelapa umumnya berasal dari area di mana kepadatannya paling rendah.

Meski berbeda-beda, pembuatan berbagai produk kayu kelapa tersebut jelas tak dapat lepas dari berbagai bahan tambahan lain. Adhesive adalah salah satunya. Lem Crossbond sendiri yang terdiri atas Crossbond X3 dan Crossbond X4 dapat diandalkan untuk berbagai kebutuhan pengolahan kayu kelapa. Untuk kebutuhan joinery atau penyambungan misalnya perekatan furniture dan kusen, Anda dapat memanfaatkan lem untuk kayu kelapa ini.

lem kayu untuk finger joint terbaik

Sedangkan untuk perekatan laminasi dari decking sampai lantai, Anda bisa menggunakan Crossbond X4. Aplikasi yang tepat kedua lem ini akan membantu Anda mewujudkan produk glugu dengan kualitas yang baik.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here