7 Keuntungan Bisnis Suvenir, Modal Kecil Omset Besar

    0
    246
    ini dia keuntungan bisnis suvenir

    Siapa yang tak mau untung besar dengan modal kecil? Nah, salah satu usaha yang bisa membawa pada impian itu adalah bisnis suvenir. Dengan modal yang tak seberapa, kita bisa memperoleh untung bersih yang tak sedikit.

    Kisah Joyce, misalnya. Dilansir dari Kompas.com, Joyce pada mulanya adalah seorang dosen di sebuah universitas swasta. Menginjak usia 40 tahun, ia keluar dari profesinya tersebut.

    Langkahnya mantap meski ia dianggap “turun kelas” oleh masyarakat. Sebab Joyce, memiliki mimpi baru: menjadi pengusaha suvenir berbasis tanah liat. Hanya dengan modal 500 ribu rupiah dan peralatan seadanya, kini ia bisa memasarkan produknya ke seluruh Indonesia.

    7 Keuntungan Bisnis Suvenir

    Bisnis cinderamata atau suvenir menjadi salah satu bisnis yang cukup menggiurkan. Sayang, masih banyak yang memandang sebelah mata usaha ini. Ia kalah mentereng dari beberapa usaha yang produknya lebih mahal. Misalnya, bisnis mebel dan konveksi.

    CS Lem Kayu

    Secara umum, bisnis ini memberikan banyak sekali kemudahan. Berikut ini beberapa kemudahan bisnis suvenir.

    1. Skala Rumahan

    Kebanyakan suvenir tak memerlukan proses yang rumit, kecuali beberapa souvenir yang memang sulit dibuat. Beberapa suvenir bahkan cukup dikerjakan di rumah, dibantu anggota keluarga yang lain.

     

    beberapa keuntungan bisnis suvenir

    Misalnya, usaha pouch dan kerajinan berbasis kain untuk souvenir pernikahan. Dengan membuat desain yang cukup simple tak perlu pusing-pusing memikirkan dan membuat pouch yang rumit.

    Demikian juga bila hendak membuat suvenir  bunga dari bahan alam. Kita hanya perlu melakukan pemotongan, perekatan, dan finishing menggunakan cat. Tak sulit dilakukan orang awam.

    2. Modal Kecil

    Dibandingkan jenis usaha lainnya, salah satu keuntungan bisnis suvenir terletak pada sifatnya yang lebih ramah kantong. Cukup dengan Rp500.000 seperti kisah Joyce, Anda bisa memulai usaha ini.

    keuntungan bisnis suvenir

    Coba bandingkan misalnya jika kita mau memulai usaha ternak ayam.  Mereka yang sudah lebih dulu berkutat di bisnis ini akan merekomendasikan dana awal 1 hingga 2 juta rupiah.

    Namun, bila ingin membuat dompet suvenir pernikahan, kita tinggal membeli kain untuk kemudian dicetak dan dijahit sendiri. Ratusan ribu di awal sudah cukup untuk menjadi modal awal.

    Dengan demikian, bisnis ini adalah bisnis yang “ramah” bagi kalangan bawah. Seperti yang kita ketahui, selama ini banyak masyarakat dalam kelas ekonomi menengah ke bawah yang mengeluhkan masalah modal.

    3. Pasar yang Luas

    Keuntungan bisnis suvenir yang juga tak bisa diabaikan adalah pasar yang luas. Suvenir adalah barang yang sering digunakan untuk banyak sekali jenis acara maupun tempat khusus, misalnya dalam pesta pernikahan, seminar, atau tempat wisata.

    Bisnis suvenir memiliki prospek yang amat baik. kita tinggal memilih pangsa pasar yang paling tepat dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

    4. Banyak Ide Usaha

    Ide bisnis souvenir seolah tak ada habisnya. Kita bisa membuat gantungan kunci, bunga kertas, bunga dari kain flannel, pouch, hingga gelang dari manik-manik.

              Baca Juga: 5 Model Tas dari Batok Kelapa Ini Bisa Jadi Inspirasi Usaha Anda

    Selain aksesori, bisa juga membuat aneka miniatur untuk suvenir di tempat wisata. Contohnya miniatur Candi Borobudur, miniatur jam gadang, hingga miniatur rumah khas suku Manggarai. Singkat kata, banyak sekali produk kerajinan yang bisa dibuat memanfaatkan bisnis suvenir ini.

    5. Alat dan Bahan Tak Sulit Didapatkan

    Kebanyakan peralatan dan bahan untuk usaha souvenir tidak sulit dicari. Beberapa bahan bahkan bisa mengganti alat-alat yang dibutuhkan dengan benda-benda di sekitar rumah.

    Joyce yang diceritakan di atas misalnya. Pada mulanya, ia membuat patung-patung tanah liat dengan sedotan hingga pipa air. Barulah setelah modal terkumpul lebih banyak, ia membeli peralatan yang lebih profesional.

    Selain peralatan yang mudah dicari, keuntungan bisnis suvenir yang lain adalah bahan yang juga mudah dicari. Di luar bahan-bahan spesifik pada tiap pembuatan produk, hanya diperlukan beberapa hal berikut ini

    1. Lem, hampir selalu digunakan untuk membuat kerajinan.
    2. Cat, bahan untuk hampir semua jenis suvenir kecuali yang berbahan dasar kain.
    3. Benang, untuk kerajinan berbahan kain.

    Khusus untuk lem, banyak jenis lem yang beredar. Namun, ada tiga jenis lem yang kami direkomendasikan untuk digunakan sebagai bahan baku dalam bisnis suvenir, berikut ini.

    1. Crossbond X3 dan Crossbond X4 untuk membuat kerajinan kayu, rotan, dan bambu
    2. Ultra Phaethon untuk membuat kerajinan berbahan natural fiber dan kertas
    3. Eva Phaethon untuk membuat kerajinan yang perlu perekat bahan sintetis (misalnya plastik) dengan organik (misalnya karton).

    6. Digitalisasi

    Digitalisasi menambah keuntungan bisnis suvenir secara signifikan! Dulu, para pengrajin hanya bisa menitipkan barangnya di toko-toko. Atau, mereka harus menyebar pamflet di jalanan. Kadang produk memang laku, namun seringkali kalah saing dengan mereka yang sudah punya nama.

    Di era internet seperti sekarang, pelaku usaha bisa memasarkan produknya dengan lebih leluasa. Mereka bahkan bisa menjual produknya ke seberang pulau lho.

    7. Keuntungan Menjanjikan

    Seperti yang bisa kita ambil dari cerita Joyce, keuntungan yang didapat dari industri ini sangat menjanjikan. Sebagai usaha berskala UMKM, dapat memberikan omset hingga puluhan juta.

    Tak sedikit tenaga kerja berpendidikan rendah terserap oleh usaha seperti ini. Misalnya, ibu-ibu yang bisa diberdayakan membuat suvenir dompet. Pada akhirnya, keuntungan bisnis suvenir bukan hanya dirasakan oleh pelaku usahanya sendiri. Masyarakat di sekitar pun bisa mendapatkan manfaat besarnya.

    CS Lem Kayu

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here