Tips Mudah Pasang Pagar Sendiri

    0
    271
    cara pasang pagar sendiri

    Sebagai bagian pada bangunan rumah, pagar biasanya masuk kategori tersier pada bangunan rumah. Artinya, keberadaan pagar, antara penting dan tidak penting.

    Bisa dikatakan penting, jika dilihat sebagai bagian tak terpisahkan dari rumah untuk kebutuhan melindungi. Ya, sejak dahulu, pagar memang difungsikan sebagai “benteng” pertahanan dari hewan liar dan buas. Selain itu, keberadaan pagar menjadi pembatas penting area dalam kehidupan bertetangga. Pagar ini sebagai tapal batas antara satu rumah dengan rumah yang lainnya.

    Namun, tidak bisa dimungkiri, banyak rumah yang justru tidak memperhatikan urgensi pagar ini. Kita bisa menemukannya pada konstruksi bangunan orang-orang di perdesaan yang tidak terlalu peduli ada atau tidaknya pagar. Justru, pagar bagi orang-orang di perdesaan, dianggap pembatas yang bisa menghilangkan rasa rukun sesama warga, juga bisa menigkatkan rasa tidak toleran antarsesamanya.

    Nah, di luar dari fungsi penting-ngga penting dari pagar, kita bisa membuat rumah kita senyaman sesuai yang kita inginkan. Tentu saja dengan cara yang lebih mudah dan efisien. Berikut ini, tiga tips yang bisa diikuti.

    CS Lem Kayu

    1. Menentukan Jarak

    Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk langkah ini antara lain meteran, batu untuk penanda, tali dan spidol. Tujuan utama langkah ini adalah menentukan frame atau “kerangka” besar di mana dan bagaimana pagar akan dibangun.

    pemasangan pagar sendiri
    Image: millardlumber.com/HowTo/fence/fence.htm
    1. Tentukan luas area yang ingin dipagari serta jarak antara satu kayu dengan kayu yang lainnya. Umumnya, orang-orang menerapkan jarak antarplank dari 15 cm hingga 20 cm. Namun, sebenarnya tidak ada pakem jelas mengenao jarak ini, sehingga boleh menggunakan jarak sesuai kebutuhan.
    2. Buat titik untuk bagian ujung pagar. Setelah itu, tarik garis di mana pagar tersebut akan ditempatkan. Kita bisa menggunakan tali atau membuat garis untuk menandainya.
    3. Buat titik-titik penanda tiap jarak untuk plank yang ditanam.
    4. Cek lagi ukurannya. Pastikan posisinya presisi. Pastikan juga bahwa secara garis besar, pagar tersebut melingkari halaman rumah dengan baik (sesuai keinginan).

    2. Menanam Pagar

    Setelah jarak dan ukuran ditentukan, langkah berikutnya adalah menanam tiap potongan kayu. Beberapa alat yang diperlukan antara lain; alat ukur, gergaji, semen, alat gali, air, sekop, dan batu.

      1. Siapkan dulu potongan kayunya. Ukuran tiap potongan idealnya sama (kecuali untuk bagian ujung yang boleh lebih tinggi dan lebih besar).
      2. Potong bagian atas tiap potongan kayu membulat, miring, atau segitiga. Mengapa demikian? Agar ketika tertimpa air hujan, tidak terbentuk genangan di atas kayu pagar tersebut.
      3. Potong desain joinery untuk pemasangan rail. Sebagai gambaran, lihat sekilas gambar pada langkah ketiga di bawah.
        Kedalaman penanaman potongan kayu idealnya sekitar 1/3 dari total panjangnya. Misalnya, panjang kayu 90 cm, maka yang ditanam adalah 30 cm. Prinsip ini terutama penting diterapkan untuk bagian ujung yang menahan lebih banyak beban.
      4. Di area yang lainnya, kita bisa mengurangi luasan yang ditanam.
      5. Gunakan alat penggali yang bagus sehingga kerja kita lebih cepat dan presisi. Ukur kedalaman galian dan pastikan ukurannya sesuai agar tinggi pagar sejajar.
      6. Agar potongan kayu tertanam dengan baik, kita bisa membuat galian bagian bawah lebih luas dibanding galian bagian atas. Selanjutnya, tempatkan batu besar di tiap ujung lubang. Keberadaan batu bisa mengurangi kelembaban dan mencegah kayu cepat membusuk.
              Baca Juga: 5 Contoh Pagar Kayu Minimalis yang Lagi Nge-Trend

    Proses penanaman kayu pada cara pasang pagar ini juga harus memperhatikan kondisi ke depannya. Dalam hal ini, pembusukan kayu yang ditanam harus diantisipasi.

    1. Untuk menghindari pembusukan kayu, gunakan bahan BioCide Wood Fungicide, BioCide Surface Film Preservative, dan BioCide Insecticide pada plank kayu, terutama yang ditanam di tanah. Gunanya, agar kayu yang dibenamkan pada tanah tersebut kelak tidak dimakan hama rayap dan jamur.
    2. Kita bisa mengisi lubang kayu dengan tanah saja atau dengan semen untuk hasil yang lebih kuat dan bebas hama.
    3. Pastikan potongan kayu tak bergerak kesana-kemari dan stabil ketika mengisi semen ke lubang.
    4. Bila sekadar mengisi lubang dengan tanah, pastikan tanah yang dimasukkan cukup padat sehingga kayu tak bergerak ke sana ke mari.
    5. Pada tiap sudut, terapkan struktur untuk membuatnya lebih stabil. Struktur ini akan membuat bagian sudut atau ujung mampu menahan beban dengan lebih baik.
    6. Biarkan tiap potongan tersebut terpasang demikian hingga beberapa hari sebelum memasuki langkah ketiga. Jangan terburu-buru ya, karena jika dilakukan buru-buru, pagar akan jadi kurang stabil.

    3. Memasang Kayu ‘Rail’

    Di langkah ketiga, kita akan berkutat dengan kayu “rail”. Yang dimaksud dengan kayu rail adalah potongan kayu yang nantinya diposisikan melintang, berlawanan arah dengan potongan kayu yang telah ditanam sebelumnya.

    Alat dan bahan yang perlu disiapkan pada langkah ini antara lain adalah kayu rail, alat bantu sambungan kayu (tergantung jenis sambungan yang diterapkan), alat potong, lem Crossbond, dan berbagai basic woodworking tools yang lainnya.

    langkah cara memasang pagar
    Image: millardlumber.com/HowTo/fence/fence.htm
    1. Silahkan pasang dulu kayu rail atas. Terdapat beberapa joinery atau sambungan yang bisa diterapkan (bisa dilihat pada gambar. Perhatikan, bila memasang rail sesuai cara kedua, kita harus menggunakan alat tambahan berupa potongan kayu atau pelat logam.
    2. Untuk memasang rail bawah, dilakukan dengan memasangnya secara menyamping.
    3. Untuk memasang rail yang lain (misal bagian tengah), kita bisa menerapkan tipe sambungan sesuai keinginan. Terdapat beberapa tipe joinery yang bisa diaplikasikan sebagaimana diperlihatkan gambar.

    Silahkan pilih salah satu dari sambungan-sambungan pada gambar tersebut. Pilih yang sesuai dengan desain pagar yang ditetapkan.

    1. Lap joint secara umum adalah jenis sambungan yang paling mudah diterapkan. Groove joint juga mudah diterapkan, namun harus memotong dulu kayu dengan ukuran yang tepat.
    2. Butt joint secara umum lebih sulit diaplikasikan, namun hasilnya cukup baik. Begitu pula dengan mortise dan tenon; lebih sulit namun hasilnya pun lebih baik dan rapi.
    3. Slotted joint sering diterapkan untuk pagar dekoratif.
      Intinya, silahkan perhatikan dengan baik pilihan sambungan tersebut. Sesuaikan dengan kemampuan dan kemauan mereka yang berkutat dengan protek ini.
    4. Untuk lemnya, gunakan adhesive Crossbond pada tiap sambungan tersebut untuk hasil yang lebih baik.

     

    CS Lem Kayu

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here