Ketahui Tujuh Jenis Lem dan Kegunaannya Ini

0
3147
pengeleman mortise dan tenon

pengeleman mortise dan tenon

Dari EVA hingga Hot Glue, Ini Jenis Lem dan Kegunaannya

Lem PVA

PVA atau polyvinyl acetate merupakan lem yang sering disebut sebagai lem putih atau bahkan lem kayu. Ketika menyebut istilah “lem kayu” seringkali yang dimaksud adalah lem putih. Lem ini secara umum paling kuat, paling aman, dan paling mudah digunakan. Meski demikian, PVA glue Indonesia sangat beragam dan memiliki tujuan penggunaan yang berbeda-beda. Contoh lem PVA adalah Crossbond X4 untuk laminasi dan Crossbond X3 untuk konstruksi.

Lem PU

Lem PU adalah lem yang bisa digunakan untuk merekatkan berbagai permukaan media mulai dari kain, plastik, gelas, hingga keramik. Lem ini terdiri atas varian satu komponen dan dua komponen. Meski kuat, namun kekuatan lem PU masih di bawah lem PVA.

Lem Epoxy

Lem epoxy merupakan lem yang memanfaatkan proses curing antara hardener dan resin. Biasanya lem ini terdiri dari dua komponen. Epoxy adhesive merupakan lem kedua terkuat setelah PVA atau PVAc waterproof. Namun fungsi lem ini berbeda dengan lem putih. Epoxy glue kebanyakan digunakan untuk mengisi celah atau gap suatu media.

Lem EVA

CS Lem Kayu

hpl (2)Lem EVA adalah lem dari formulasi Ethylene Vinyl Acetate. Lem ini sangat bagus untuk merekatkan dua media dengan karakter berlawanan seperti perekatan HPL dengan MDF dan particle board. Kelebihan lainnya lem ini terletak pada daya rekat, ketahanan, dan keamanannya yang baik. Contoh lem EVA adalah Eva Phaethon.

Lem Kak

Di era ketika industri adhesive masih begitu sederhana, lem kak adalah andalan utama. Lem ini bisa digunakan untuk merekatkan berbagai media meski saat ini sudah jarang digunakan.

Lem Cyanoacrylate

Cyanoacrylate sering juga disebut super glue. Lem ini banyak digunakan untuk kayu balsa dan memiliki performa cukup baik. Meski demikian, lem ini relatif sulit digunakan dan memiliki keamanan yang rendah.

Lem Tembak

Lem tembak atau hot glue merupakan jenis lem yang terlihat khas karena biasanya diaplikasikan dengan alat khusus. Secara umum, lem ini memiliki kualitas medium. Namun hot glue tidak direkomendasikan sama sekali untuk proyek yang memerlukan kekuatan yang baik.

Klasifikasi Adhesive selain 7 Jenis Lem dan Kegunaannya di Atas

Daftar jenis lem dan kegunaan lem kayu di atas didasarkan pada tipe lem yang beredar di pasaran. Sedangkan bila kita ingin melihat pembagian yang dasarnya lebih pasti, kita bisa membedakan adhesive atau lem dengan cara berikut ini.

Berdasarkan Komponennya

jenis lem dan kegunaannya
Lem Crossbond X3 adalah contoh lem PVAc 1 komponen.

Berdasarkan komponennya, lem bisa dibedakan menjadi dua, yakni 1 komponen dan 2 komponen. Cara mudah membedakan dua tipe lem ini adalah dari paket atau tempat yang dibutuhkan. Lem 1 komponen biasanya terwadahi dalam 1 botol, kaleng, atau tempat lainnya. Sedangkan lem 2 komponen terdiri atas dua bahan yang berbeda yang diwadahi di masing-masing tempat dan baru disatukan ketika akan digunakan. Contoh lem 1 komponen adalah Crossbond dan Phaethon. Sedangkan contoh lem 2 komponen adalah epoxy 2k.

Berdasarkan Struktur

Berdasarkan strukturnya, adhesive bisa dibedakan menjadi:
• Thermoplastic
• Elastomer
• Thermoset

Berdasarkan Karakter Mekanis Adhesive

Berdasarkan karakter mekanis lemnya (yang sudah kering), adhesive bisa dibedakan menjadi adhesive elastis dan adhesive rigid atau kaku. Sebagaimana namanya, adhesive elastic adalah adhesive yang film keringnya elastic sedangkan adhesive rigid adalah adhesive yang film lemnya kaku. Contoh lem elastik adalah lem silikon. Sedangkan contoh lem rigid adalah lem epoxy.

Demikian informasi mengenai berbagai jenis lem dan kegunaannya. Semoga bermanfaat ya.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here