Serba-serbi Burl Furniture atau Furniture Bisul yang Unik

0
257
burl

Namanya memang aneh, malah terdengar jelek, tetapi furniture bisul atau burl furniture justru bisa dijual dengan harga super mahal. Berbagai perusahaan woodworking biasanya memanfaatkan burl untuk membuat produk-produk high end mereka. Mau tau lebih jauh mengenai mebel antik ini? Yuk, baca serba-serbinya di bawah ini.

Apa itu Burl Furniture?

Beli Cat Duco

Burl furniture atau furniture bisul sebetulnya hanyalah salah satu varian mebel yang ada di pasaran. Secara umum, kita mengenal berbagai bagian pohon bisa digunakan sebagai bahan dalam pembuatan mebel. Burl atau bisul hanyalah salah satunya. Selain itu terdapat kayu lognya sendiri, bagian bonggol dan akar, bagian cabang, hingga sekumpulan ranting. Bagian bisul (burr atau burl) sebenarnya adalah bagian anomali sebuah pohon. Bagian ini terbentuk akibat adanya penyakit, infeksi, dan lain sebagainya pada pohon. Bila infeksinya sepele, biasanya tidak akan terbentuk bisul. Kemunculan bisul sendiri dipengaruhi kondisi yang agak sulit, di mana jaringan pohon pada akhirnya membengkak dan membentuk tonjolan.

Coba Anda ingat-ingat, pernahkah Anda melihat bagian yang berbentuk agak bulat tumpul di sebuah pohon yang bukan bekas ranting? Bila iya, itulah yang dimaksud dengan bisur atau burl. Bagian ini, meski merupakan penyakit, tetapi nyatanya bisa digunakan sama bermanfaatnya seperti komponen pohon yang lain.

Berapa Harganya?

Burl furniture atau furniture bisul adalah furniture yang biasanya dihargai dengan sangat mahal. Kalau Anda rajin ke pameran furniture nasional atau internasional, jenis mebel seperti ini pasti dengan mudah ditemui. Tapi di banyak toko furniture, justru burl meble jarang dijumpai.

Mahalnya harga burl furniture sendiri dipengaruhi berbagai faktor, tapi yang paling utama adalah masalah estetika dan ketersediaannya. Terkait dengan estetika, furniture bisul dianggap memberikan tampilan yang sangat menarik. Burl memang bisa hadir dengan berbagai pola. Misalya saja pola mata. Pola mata yang unik tersebut selanjutnya bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat bagian atas meja ataupun bangku. Dengan burl, furniture terkesan lebih etnik, unik, antik, sekaligus lebih nature. Banyak pemburu atau kolektor furniture ataupun calon pembeli dari luar negeri yang siap membayar mahal untuk jenis furniture ini. Tak heran furniture burr menjadi salah satu cara perusahaan mebel untuk mengumpulkan pundi-pundi keberuntungannya.

Selain faktor estetika, faktor lain yang membuat furniture ini secara umum lebih mahal terletak pada jumlahnya. Bagaimanapun juga, tak semua pohon bisa menghasilkan bisul. Sehingga supply bahan untuk produk ini tak bisa dikatakan banyak. Namun meski sama-sama mahal, sebenarnya harga satu furniture bur dengan yang lain tak bisa disamakan begitu saja.

Jenis kayu atau pohon asal bisul akan mempengaruhi harga produk. Contohnya saja furniture burl dari jati dan mahoni, jelas yang dari jati lebih mahal. Begitu pula desain hingga warna yang diterapkan. Aspek-aspek seperti ini menentukan variasi harga pada pasar furniture bisul.

Bagaimana Mendapatkan Bahannya?

Ada banyak cara untuk mendapatkan bisul kayu. Yang perlu diketahui, tidak semua pohon bisa menghasilkan bisul ini. Kalaupun bisa, kadang-kadang burl atau bisulnya terlalu kecil sehingga tak bisa digunakan secara khusus untuk membuat mebel. Jadi saran kami, perluaslah jaringan Anda. Bila perlu coba cari ke pelosok-pelosok dari pihak produsen kayu secara langsung baik itu badan usaha maupun perorangan. Tak ada yang salah bukan dengan menjemput bola?

Selain pada produsen kayu, Anda juga bisa menghubungi mereka yang bekerja pada sektor perkebunan ataupun kehutanan. Jadi, apabila nantinya ada bisul-bisul kayu yang potensial digunakan Anda bisa mendapatkan informasinya lebih cepat.

Yang jelas, perluas koneksi Anda dan jangan ragu untuk menghubungi mereka yang Anda perlukan. Kalau Anda pasif Anda pasti akan kalah langkah dibanding mereka yang aktif mencari kesana kemari.

Bagaimana Membuatnya?

Proses pembuatan furniture bisul tak berbeda dengan pembuatan berbagai jenis furniture lainnya. Prinsip-prinsip yang digunakan sama. Hanya saja kita harus menyesuaikan bentuk bisul tersebut pada produk di mana material itu akan diaplikasikan. Misalnya, bila kita ingin menjadikan material ini sebagai bagian kursi, tentu kita harus memikirkan cara penyambungan yang elegan. Misalnya saja dengan menggunakan dowel ataupun biscuit joinery.

Selain memikirkan cara membuatnya, sebetulnya yang perlu dilakukan pertama kali adalah identifikasi bisul pohon itu sendiri. Anda harus bisa mengenali potensi apakah burl kayu tersebut dapat digunakan sebagai material mebel atau tidak. Sebab sekali lagi, tak semua bisul bisa digunakan untuk kebutuhan ini. Perhatikanlah:

1. Struktur burl atau bisul tersebut
2. Bentuknya. Ada bisul yang punya bentuk dengan pola mata yang bagus. Ada juga yang punya pola bergelombang yang unik. Tapi tak jarang juga yang tak berpola sama sekali. Yang terakhir ini kurang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan furniture.
3. Ukuran bisul. Bila terlalu kecil, tentu Anda harus menyesuaikannya dengan penggunaannya kelak.

Setelah memastikan bahwa burl potensial digunakan, lakukan treatment baik untuk penyimpanan ataupun pengolahannya lebih lanjut. Bila Anda ingin menyimpannya dulu, pastikan:

1. Anda memotongnya bila bisul terlalu besar, agar bisul kering dan tak berjamur
2. Mengeringkannya dengan baik
3. Menggunakan pestisida bila perlu
4. Menjauhkannya dari sinar matahari langsung
5. Menyimpannya dengan cara tidak menempatkannya secara langsung kontak dengan tanah

Bila Anda hendak menggunakannya secara langsung, maka Anda tinggal memanfaatkannya sebagaimana kayu-kayu lain pada umumnya.

Finishing

Umumnya, finishing yang diterapkan untuk furniture seperti ini adalah finishing natural. Namun aksen-aksen tambahan bisa diaplikasikan. Misalnya tambahan glaze hitam atau coklat untuk memberikan kesan antik. Selain itu, bisa juga diterapkan finishing-finising lain seperti white wash hingga rustic. Bagaimana dengan warna solid? Harus diakui, furniture bisul jarang didesain dengan finishing warna solid. Sebab, aplikasi solid color bisa membuat kesan natural mebel berkurang.

Lem yang Cocok untuk Burl Furniture

Selain masalah lem, pembuatan furniture dari bisul pohon juga harus memperhatikan aspek daya rekatnya. Penting diingat, karena tipe furniture seperti ini biasanya dimaksudkan untuk impor dan berkualitas high end, maka lem dan segala bahan pendukung yang dipakai juga haruslah memiliki kualitas yang baik. Untuk lemnya, perlu diperhatikan:

1. Aspek-aspek umum lem seperti daya rekat dan ketahanan
2. Kecepatan kering lem dan cover area
3. Efeknya pada estetika (ada tidaknya glue line)
4. Bau yang ditimbulkan adhesive. Sebaiknya pilihlah lem yang tidak menyebabkan bau menyengat
5. Keamanan lem. Pilih lem yang aman digunakan dan tidak mengandung zat-zat toksik.

Dari berbagai lem di pasaran, adhesive yang kami sarankan untuk kebutuhan ini adalah Crossbond. Crossbond memiliki kualitas sangat bagus mulai dari daya rekat, ketahanan, hingga keamanannya. Pemakaian Crossbond akan mendukung pembuatan furniture burl berkualitas impor dengan harga jual tinggi.

Lem Kayu untuk Gitar yang Tepat

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here