Tentang Getah Karet sebagai Bahan Alami Pembuat Lem Lateks

    0
    540
    getah karet

    Tahukah Anda bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil getah karet (lateks) terbesar di dunia? Salah satu produk yang bisa dibuat dari latex adalah lem atau perekat alami.

    Per tahun 2014, Indonesia mencatatkan diri sebagai penghasil lateks kedua di dunia setelah Thailand. Produksi karet Indonesia terus meningkat di tahun-tahun belakangan ini.

    Namun, ada sayu kendala cukup besar yang dihadapi, yaitu pada tahap pemasaran. Sebabnya, industri hilir di Indonesia masih jauh dari kata maju. Selama ini, karet diekspor ke luar negeri yang secara produksi karet termasuk dalam kegiatan ekonomi ekstraktif yang kurang baik secara jangka panjang.

    Persoalan baru muncul ketika dua raksasa negara yang mengimpor karet Indonesia menerapkan kebijakan yang cenderung merugikan. Pertama, China yang menerapkan bea cukai impor hingga 20% dan Amerika Serikat yang menerapkan pajak 5% untuk ban dari Indonesia.

    Harga karet juga terus mengalami penurunan menurut laporan dari Bloomberg. Hal ini berdampak secara langsung pada kehidupan penyadap karet di Sumatra dan Kalimantan.

    Upaya yang kemudian dilakukan pemerintah Indonesia cukup banyak. Selain mencoba memajukan industri hilir (pengolahan dalam negeri), pemerintah juga membuat kesepakatan bersama Thailand dan Malaysia dalam bentuk Agreed Export Tonnage Scheme (AETS). Pada skema AETS, disepakati untuk menurunkan produksi karet agar harganya tidak mengalami penurunan terus-menerus.

    Lateks sebagai Getah dari Pohon Karet

    Mengesampingkan aspek ekonomi, lateks sebagai getah dari tanaman karet sebenarnya merupakan material yang sangat menarik. Getah inilah yang sebelum plastik sintetis ditemukan, sering dianggap sebagai “organic plastic.”

    Secara kimia, getah karet adalah larutan koloid yang terdiri atas 2 tipe partikel, yakni karet dan non-karet yang tercampur di dalam air. Warna getah putih hingga kuning. Ketika getah mengental atau memadat, akan terbentuk material yang memiliki elastisitas tinggi.

    Di lapangan, lateks seringkali hadir dalam dua wujud tersebut, yakni solid (mengental) dan cair. Sifat keduanya yang berlainan ditujukan untuk keperluan yang berbeda-beda.

    Pemanfaatan Getah Karet

    Latex padat umum digunakan untuk:

    1. Pembuatan makeup untuk kebutuhan film, fotografi, dan lainnya. Apabila Anda pernah menonton film horror dengan gambar hantu yang wajahnya dibentuk aneh, ada kemungkinan
      bahwa makeup yang diaplikasikan memanfaatkan lateks padat.
    getah karet

    Latex cair umum digunakan untuk:

    1. Membuat bahan elastis seperti ban
    2. Pelapis untuk bidang konstruksi bangunan. Misalnya untuk penghubung beton, plasteran, semen, beton, serta dinding acian.

    Getah karet cair masih bisa dibagi lagi berdasarkan karakteristik khususnya. Yang pertama adalah waterproofing sintetic latex yang memiliki daya rekat di atas 70%. Yang kedua adalah modifier sintetic latex yang memiliki daya rekat lebih dari 50%.

    Karakteristik Lateks sebagai Bahan Perekat

    Salah satu pemanfaatan getah karet adalah untuk lem. Di pasaran, brand lem yang menamakan dirinya sebagai latex glue mengandung karet alami dalam jumlah cukup besar. Getah mentah tersebut diproses dengan sulfur dalam ikatan cross link. Pelarutnya sendiri adalah air dan ammonia.

    Dulu, bahan tersebut sering sekali digunakan sebagai perekat. Namun, kualitasnya tidak bisa disandingkan dengan banyak produk perekat modern.

    Beberapa kekurangan getah karet sebagai lem, yaitu:

    1. Tidak cukup kuat apalagi untuk merekatkan bahan kayu yang berat
    2. Resistensi yang buruk terhadap tekanan, panas, serta kelembaban. Akibatnya area perekatan mudah lepas
    3. Kadang menimbulkan glue line
    4. Pelarut campuran air dan ammonia yang kurang praktis
    5. Jenis produk yang lebih terbatas.

    Perbaikan kualitas untuk lem lateks sebetulnya bisa saja dilakukan. Namun, kendala biaya dan teknologi masih cukup terbatas. Selain itu, di pasaran sudah banyak lem nonlateks yang memiliki kualitas dan keamanan yang bagus seperti jenis lem PVAc.

    Jadi, meskipun ada perusahaan yang secara khusus bisa membuat lem lateks yang tahan lama dan kuat, belum tentu bisa menyaingi produk lem nonlateks lain. Dibanding untuk membuat bahan perekat, lateks lebih cocok digunakan untuk membuat karet gelang, masker, sarung tangan, penghapus, ban, dan barang-barng sejenisnya.

    Getah karet memang lebih sering diprioritaskan untuk pembuatan ban. Masuknya perusahaan Korea Selatan dan China (setelah sebelumnya hanya Jepang) ke Indonesia bisa menjadi titik balik untuk industri karet di Indonesia yang lebih baik.

    Lem PVAc Sebagai Pengganti Lem Karet

    Jika diminta merekomendasikan lem yang bagus untuk Anda, maka kami akan menawarkan, PVA glue, Crossbond X3 dan Crossbond X4.

    Kedua varian Crossbond tersebut bisa digunakan untuk perekatan pada kayu mebel maupun konstruksi bangunan. Crossbond X3 bisa digunakan pada penyambungan komponen, sedangkan Crossbond X4 bisa digunakan untuk pelapisan veneer, pemasangan lantai kayu, atau perekatan plywood.

    Crossbond memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lem getah karet, antara lain:

    1. Lebih kuat (daya rekat lebih tinggi)
    2. Tahan lama, tidak mudah rusak oleh pengaruh cuaca. Crossbond X4 bahkan dapat dipakai untuk outdoor.
    3. Mudah digunakan.
    4. Pelarut hanya menggunakan air sehingga lebih praktis
    5. Aman digunakan

    Bagi Anda yang tertarik dengan PVA glue Crossbond, silahkan hubungi kami lewat kontak yang disediakan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here