Mengenal Sambungan Mortise dan Tenon atau Purus dan Lubang

0
792

Kenali lebih dekat struktur, kegunaan, dan tipe sambungan purus dan lubang. Jenis sambungan yang disebut mortise dan tenon tersebut adalah salah satu sambungan tertua yang dibuat manusia.

Pernahkah Anda memerhatikan garis pertemuan antara sisi panjang lemari dengan sisi lebarnya? Dilihat dari luar, nampak kedua sisi tersebut disambungkan begitu saja. Tak sedikit yang mengira bahwa untuk mewujudkan bentuk kotak ala lemari hanya digunakan lem.

Padahal, di balik luaran yang sepertinya mulus tersebut, terdapat sebuah struktur khusus yang tersembunyi. Struktur ini di bidang industri kayu biasa disebut sebagai struktur sambungan (joinery).

Nah, salah satu struktur sambungan yang paling populer di dunia adalah mortise and tenon alias lubang dan purus.

Mengenal Mortise dan Tenon

Mortise and tenon atau purus dan lubang merupakan salah satu jenis sambungan. Tipe sambungan ini memiliki struktur utama yang cukup sederhana.

Satu bagian disebut mortise (lubang), sedangkan satu bagian lainnya disebut tenon (purus). Mortise adalah sebuah struktur lubang yang diterapkan pada salah satu kayu yang akan disambungkan. Lubang tersebut berbeda-beda ke dalamannya tergantung jenis sambungan yang hendak digunakan.

Sama halnya dengan tenon, ukuran serta bentuk tenon cukup bervariasi. Selain bentuk biasa berupa persegi panjang yang dibuat pada salah satu ujung kayu, tenon juga bisa berupa kepingan silinder kecil.

sambungan mortise dan tenon

Kegunaan Sambungan Mortise dan Tenon

Dibanding sambungan yang lain, ada banyak kelebihan sambungan mortise dan tenon. Salah satunya adalah kekuatan yang diberikannya. Oleh sebab itulah sambungan ini banyak digunakan untuk kebutuhan woodworking.

Pada pembuatan mebel, Anda akan dengan mudah menemukannya pada sisi sambungan meja, lemari, atau kursi. Begitu juga pada struktur besar seperti jembatan. Anda juga bisa menemukan struktur sambungan mortise dan tenon pada tiang-tiang, pagar, hingga komponen perahu.

Selain itu, sambungan ini juga bisa digunakan pada pembuatan kerajinan kayu. Misalnya, untuk membuat kerajinan patung kayu, dekorasi dinding kayu, hingga asbak.

Mortise dan Tenon Sudah Dipakai Sejak Dulu

Tahukah Anda bahwa sambungan purus dan lubang sudah ditemukan sejak 7000 tahun yang lalu? Para arkeolog menemukan struktur ini pada sebuah sumur kuno di Leipzig. Di luar Eropa, struktur ini juga ditemukan di banyak perahu dan bangunan kuno dari Afrika hingga China.

Penggunaan mortise dan tenon menunjukkan bahwa sambungan tersebut memang memiliki manfaat yang universal. Buktinya, meski pengetahuan manusia terus berkembang, karakter sambungan mortise dan tenon tetap terus digunakan pada konstruksi produk-produk modern.

sambungan mortise dan tenon pada pagar pedesaan

Teknis Ideal Aplikasi Purus dan Lubang

Sambungan mortise and tenon sangat bermanfaat. Dengan menggunakan struktur sambungan ini, Anda bisa mengerjakan berbagai bentuk produk perkayuan. Namun, agar hasilnya bagus, Anda harus memastikan beberapa hal di bawah ini.

  1. Presisi. Ukuran mortise harus benar-benar sesuai dengan ukuran tenon sehingga menghasilkan sambungan yang kuat. Salah ukur bisa menyebabkan sambungan yang tak lagi berguna. Kecuali, bila Anda memang sengaja ingin menerapkan loose tenon untuk keperluan tertentu.
  2. Lem Crossbond X3. Untuk mengikat kedua kayu dengan lebih erat, Anda wajib menggunakan lem pada sambungan ini. Lem yang digunakan pun harus lem yang kualitasnya benar-benar bagus seperti lem Crossbond X3.
  3. Proporsi. Seberapa besar lubang mortise? Seberapa panjang tenon? Ukuran kedua bagian sambungan ini harus didasarkan pada besar kecilnya kayu. Jangan sampai membuat ukuran sambungan yang terlalu besar karena justru akan membebani struktur saja.

lem Crossbond X3 untuk sambungan mortise dan tenon yang populer di dunia perkayuan

Selain itu, pastikan juga Anda menerapkan struktur yang sesuai dengan kebutuhan. Purus dan lubang bisa dibuat dengan bentuk serta ukuran yang berbeda-beda. Agar lebih jelas, silahkan simak pembagian tipenya di bawah ini.

Tipe Mortise dan Tenon

Tipe Mortise

  1. Mortise terbuka: dibuat di salah satu ujung kayu sehingga hanya memiliki 3 buah sisi dalam lubangnya
  2. Stub: lubang yang tidak dalam. Biasanya diaplikasikan pada kayu yang tipis atau untuk kebutuhan khusus.
  3. Mortise dalam: lubang yang tembus dari sisi ke sisi kayu
  4. Wedged half-dovetail: Mortise dengan lubang bagian belakang yang lebih ebar atau panjang dibanding bagian bukaannya. Perbedaan ukuran lubang dimanfaatkan woodworker agar kayu terkunci dengan memasukkan potongan kayu lainnya yang lebih kecil.
  5. Through-wedged half-dovetail: serupa dengan wedged half-dovetail mortise namun dengan lubang yang tembus ke bagian belakang kayu.

Tenon

  1. Stub tenon: purus atau tenon yang pendek yang biasanya dimasukkan ke stub mortise untuk kayu yang kecil atau untuk kebutuhan tertentu.
  2. Through tenon: tenon panjang yang bisa dimasukkan ke lubang mortise yang tembus hingga ke bagian belakang. Dus, membuatnya terlihat dari sisi belakang tersebut.
  3. Loose tenon: tenon yang bukan bagian dari sebuah sambungan
  4. Biscuit tenon: purus berbentuk kecil silinder menyerupai biskuit.
  5. Pegged: potongan kayu kecil yang ditembuskan ke pertemuan purus dan lubang untuk memberikan kekuatan ekstra.
  6. Tusk tenon: Sejenis pegged joint namun bentuknya seperti kunci

Pemilihan tipe purus dan lubang tentu didasarkan pada kebutuhan dan selera woodworker dalam setiap proyeknya. Seorang pengrajin kayu yang ingin membuat meja vintage yang ingin memperlihatkan sambungan tenon misalnya, maka  harus memilih tipe through mortise and tenon.

Contoh lain, misalnya, woodworker yang ingin membuat lemari dengan gaya minimalis, dan karena gaya minimalis tidak menyukai adanya pola-pola kecil tak berguna, maka through tenon tidak dipilih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here