7 Cara Membuat Pagar Rumah Kayu Serta Pilihan Cat yang Bisa Digunakan

0
47
pagar rumah kampung
Image: Pinterest

Pagar kayu dengan desain yang sederhana ala pedesaan punya keindahan tersendiri. Ingatan kita mungkin akan bernostalgia ke mana-mana membayangkan masa kecil yang indah.

6 Cara Membuat Pagar Rumah kayu

1. Desain Sederhana

cara pasang pagar sendiri

Kekhasan utama yang bisa kita lihat pada pagar di desa adalah desainnya yang sangat simpel. Tidak ada kesan mewah, mahal, dan glamour. Namun tak ada juga kesan modern seperti yang ditemukan pada desain minimalis.

Desain pagar khas pedesaan biasanya hanya berupa plank kayu yang ditanam untuk selanjutnya disambungkan dengan kayu rail. Sederhana, bukan? Bila pun ada tambahan komponen lainnya, sebaiknya tidak terlalu ditonjolkan.

2. Finishing Rustic ala Pedesaan Indonesia

Hal kedua yang perlu diperhatikan untuk membuat pagar rumah kayu ialah aspek finishingnya. Tipe finishing sangatlah banyak. Berdasarkan tampilannya, finishing atau pengecatan bisa dibagi menjadi:

  1. Finishing warna-warni solid color seperti warna ungu, biru, merah, kuning, hijau, dan lainnya
  2. Finishing natural kayu yang bersifat transparan sehingga memperlihatkan pola serat kayu
  3. Finishing custom yang dibuat secara khusus untuk menghasilkan efek spesial

Untuk pagar ala pedesaan, sebenarnya kita bisa menerapkan finishing natural kayu. Anda tinggal membeli cat di toko yang warnanya natural transparent.

Image: actionfence.com

Usahakan membeli cat dengan tingkat glossy rendah seperti matt supaya hasil pengecatan tidak berkilau. Sebab efek kilau tidak cocok dengan nuansa pedesaan.

Atau, bila Anda sudah mahir dalam dunia finishing, terapkan saja finishing rustic. Finishing rustic adalah finishing yang menonjolkan warna asli kayu yang mulai menua dan agak tidak terawat. Ya, tidak terawat! Meskipun begitu, terdapat suatu keindahan tersendiri pada finishing ini.

Bila Anda memiliki hotel atau resort bernuansa pedesaan, finishing rustic sangat recommended lho untuk menghadirkan suasana kampung yang khas.

3. Gunakan Warna White Solid Color untuk Pagar Rumah kayu ala Perkampungan di Eropa

pagar kayu ala pedesaan di Amerika

Beberapa dari Anda mungkin ingin memiliki pagar rumah ala kampung Eropa. Anda ingin halaman yang cantik dengan keindahan klasik pagar kayu seperti di berbagai film Disney.

Bila demikian maksudnya, sebaiknya Anda menerapkan finishing warna putih polos. Coba, bayangkan betapa cantiknya pagar dan halaman rumah Anda yang dicat putih polos!

Apalagi bila Anda menanam bebungaan cantik seperti Hydrangea dan mawar. Pasti, façade rumah bak kastil Eropa bisa Anda nikmati.

4. Gunakan Material Bambu

Kembali lagi dengan tampilan khas Indonesia. Sekiranya Anda ingin membuat pagar rumah kayu yang benar-benar Indonesia, tak ada salahnya menggunakan bambu daripada kayu.

Lho, kok begitu? Beberapa dari Anda mungkin bertanya demikian.

Well, silahkan ingat-ingat masa kecil Anda di kampung. Atau, bila saat ini Anda masih di desa, perhatikanlah pagar yang mula-mula digunakan penduduk sekitar. Kebanyakan pasti merupakan bambu.

Bambu umumnya dibelah sebelum ditanam sebagai pagar. Meski pembuatannya simpel, namun kita bisa lho membuatnya lebih cantik. Tentu saja dengan cara aplikasi finishing yang tepat serta upgrade di sana-sini.

pagar rumah kampung dari material bambu

5. Ukuran Pagar Rumah Kayu

Ya, pagar khas pedesaan memang umumnya tidak tinggi. Warga desa adalah warna yang memiliki sense of communal yang lebih besar. Kesenjangan ekonomi di antara warga pun tak terlampau jauh. Alhasil, mereka tidak merasa terancam tatkala menyimpan harta di rumahnya.

Kondisi ini membuat masyarakat pedesaan lebih suka menggunakan pagar yang pendek dibanding yang tinggi. Sebab secara umum, fungsi pagar bagi mereka adalah penanda kepemilikan tanah. Dan mereka sudah cukup puas dengan pagar yang pendek tersebut.

Namun, tentu saja bukan berarti Anda harus sepenuhnya mencontoh hal ini. Sebab, bila Anda tinggal di perkotaan, pagar yang tinggi memiliki lebih banyak kelebihan. Selain menurunkan resiko rumah “diintip” para kriminal, pagar yang tinggi juga bisa menghalau derasnya arus polusi yang masuk ke rumah.

6. Kombinasikan dengan Natural Stone (Batu Alam)

Meski kebanyakan pagar di desa hanya terbuat dari kayu dan bambu, namun tidak demikian dengan pagar di dataran tinggi. Bagi mereka, pagar yang paling umum digunakan sejak dulu adalah pagar batu alam. Sebab keberadaan batu alam tersedia melimpah di lingkungan sekitar.

Nah, bila Anda mendambakan nuansa pedesaan dataran tinggi, tak ada salahnya mengombinasikan kayu atau bambu dengan natural stone. Atau, bila perlu, buat saja pagar 100% dengan natural stone.

Untuk perekatannya, Anda bisa menggunakan lem kami Eva Phaethon. Eva Phaethon adalah lem berbasis ethylene vinyl acetate. Keunggulan utamanya adalah merekatkan bahan non organic dengan bahan organic. Namun lem ini juga bisa dipakai untuk perekatan natural stone.

7. Kombinaikan dengan Bunga di Pinggir Rumah

Katakanlah Anda sudah selesai membuat pagar yang benar-benar khas pedesaan. Pagar Anda tampak cantik dengan finishing rustic yang diterapkan pada plank bambu pendek.

Kini, Anda tinggal menata taman agar suasananya juga bernuansa khas desa. Caranya? Mudah kok. Anda hanya perlu menata garden furniture hingga memasang lampu taman dengan lampu-lampu tua zaman dulu.

Agar lebih menawan, jangan lupa menanami halaman dengan bunga-bunga yang cantik ya. Kombinasi pagar rumah kayu dengan bebungaan yang indah pasti membuat rumah Anda semakin memesona. Menghabiskan sore di teras pun menjadi sebuah momen yang menyenangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here