Serat Agave dan Manfaatnya yang Besar untuk Masyarakat Luas

0
118
serat agave

Serat agave punya potensi besar untuk diolah ataupun diekspor mentah. Sayang, serat ini terancam oleh serat sintetis!

Tanaman agave berbentuk unik. Tiap daunnya tumbuh dari sebuah cabang pendek yang tidak terlihat dengan jelas. Pertumbuhan daun bertipe memutar dan warnanya hijau tua dengan aksen keputihan dari lapisan lilinnya.

Agave memiliki nama lain sisal dan merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko. Tanaman ini cukup populer di dunia dan telah dibudidayakan di banyak negara.

Pembudidayaan agave dilakukan untuk mendapatkan seratnya. Serat tanaman ini bersifat kaku dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Jenis sisal sendiri beragam. Selain Agave sisalana yang paling populer, terdapat 2 jenis lagi yang juga bisa menghasilkan serat. Keduanya adalah A. cantala dan A. angustifolia.

A. cantala memiliki duri yang tajam dan telah masuk ke Indonesia sejak abad ke-17 karena dibawa bangsa Spanyol. Di Indonesia, tipe ini sering disebut sebagai sisal jawa dan banyak digunakan untuk melindungi rumah dari hewan-hewan pengganggu.

Adapun A. angustifolia lebih banyak dijadikan tanaman hias, sebab selain daunnya yang terlihat lebih lembut, warnanya pun beragam dari hijau muda, kekuningan, hingga kebiruan.

tanaman agave
A. angustifolia

Klasifikasi Tanaman

  1. Divisi: Tracheophyta
  2. Upadivisi: Spermatophytina
  3. Klad: Angiospermae
  4. Klad: monocots
  5. Ordo: Asparagales
  6. Famili: Asparagaceae
  7. Genus: Agave
  8. Spesies: Agave sp.

Serat Agave yang Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Sejak kedatangannya, keberadaan tanaman sisal telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya saja yang diakui oleh warga desa Dukuh, Kubu, Karangasem, Bali. Dilansir dari Timesindonesia.co.id, masyarakat desa tersebut mengaku mendapatkan manfaat ekonomi dengan memproduksi serat A. sisalana.

Serat tersebut, menurut mereka bisa digunakan untuk membuat rambut Barong yang banyak diolah di Gianyar. Selain itu, mereka juga telah mencoba sendiri pembuatan alas gelas dan cangkir untuk restaurant dari serat ini.

Hanya, mereka belum bisa mencari cara untuk mempromosikan produknya karena keterbatasan pengetahuan dan teknologi. Dus, sampai artikel tersebut dirilis, penduduk desa hanya menjual serat agave kepada tengkulak dalam bentuk mentah.

serat agave

Terancam Serat Sintetis

Meskipun belum maksimal, budidaya yang dilakukan warga Bali menunjukkan bahwa serat ini memang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Sayang, keberadaan sisal mulai terancam dengan membanjirnya serat sintetis dari negara luar. Trend penurunan ini pun diiyakan oleh Balitbang. Terlihat penurunan produksi dan demand sisal di beberapa sektor karena pelaku usaha lebih menyukai serat sintetis.

Padahal di era di mana kesadaran akan lingkungan semakin meningkat, seharusnya pelaku usaha Indonesia lebih melirik pada natural fiber, bukannya synthetic fiber. Apalagi potensi pasar sisal sejatinya tidak terbatas di dalam negeri, melainkan juga di luar negeri.

Toh, tak sulit memasarkan serat ini ke berbagai negara, sebab agave adalah tanaman yang sangat populer di penjuru dunia manapun. Malah, meski menurun, sampai saat ini pun Indonesia terus mengimpor serat ini.

Setidaknya 600 ton sisal diimpor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tahunan sekitar 1300 ton. Untungnya, sisa demand tersebut masih dipenuhi produksi dalam negeri.

Produk Apa yang Bisa Dibuat dari Serat Agave?

Hingga tulisan ini dibuat, ada banyak produk kerajinan berbasis agave yang bisa dihasilkan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Untuk membuat berbagai alat musik, seperti drum
  2. Aneka jenis hiasan mulai dari gantungan kunci, boneka kayu, dan lain sebagainya
  3. Aneka produk budaya seperti untuk membuat rambut barong Bali
  4. Tali
  5. Sikat dan perabot lainnya
  6. Tenun dan beberapa produk kain seperti permadani dan karpet
  7. Topi, tas, dompet, dan item fashion lainnya
  8. Produk dekorasi

Singkat kata, industri kerajinan memang yang paling sering mengajukan demand untuk serat ini. Apalagi, penggunaan sisal dianggap lebih menguntungkan dibanding berbagai natural fiber lainnya. Pasalnya serat ini lebih murah dan juga lebih ringan.

Bagaimana dengan bidang industri yang lainnya? Apakah agave juga punya andil untuk produk lainnya yang kita kenal?

Jawabannya, “iya”. Meski tidak begitu masif, namun tak bisa dipungkiri bahwa sisal telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Contohnya saja penggunaan sisal untuk produksi kapal.

Selain itu, agave juga ternyata mengandung saponin lho. Alhasil, meski belum populer, namun sudah dilakukan beberapa kali pembuatan sabun dengan bahan tersebut.

Bahan-bahan Pendukung untuk Kerajinan Rami Sisal

Proses pembuatan berbagai produk serat agave di atas sudah sewajarnya membutuhkan dukungan bahan lain. Bahkan dalam beberapa hal, sisal hanya dijadikan bahan pendukung itu sendiri.

Namun terlepas dari itu, bila Anda tertarik dengan material ini, setidaknya sediakanlah bahan-bahan sebagai berikut:

  1. Lem. Lem yang sebaiknya digunakan adalah lem PVAc atau lem putih untuk kerajinan. Contohnya adalah lem Ultra Phaethon.
  2. Cat. Pada pembuatan beberapa jenis benda dekorasi, Anda pasti membutuhkan cat untuk mewarnainya.
  3. Coating bening. Top coat atau coating bening sejatinya adalah salah satu jenis produk cat. Hanya saja, produk ini tidak difungsikan untuk mewarnai, hanya saja untuk memberikan proteksi dan memengaruhi tingkat kilau. Untuk kerajinan, top coat yang ideal adalah yang berbasis akrilik water based.
  4. Manik-manik, pita, dan berbagai hiasan lainnya yang bisa membuat produk lebih menarik.
  5. Peralatan menjahit seperti benang, jarum, hingga kain

ultra phaeton untuk lem tanaman agave

Khusus untuk lemnya, kami di lemkayu.net menyediakan Ultra Phaethon lho. Berbasis polyvinyl acetate, Ultra Phaethon bisa memberikan hasil perekatan ekstra berkualitas dengan daya rekat tinggi dan keawetan yang baik. Lem ini juga tidak menyebabkan kerajinan kotor dengan warnanya yang menghitam.

Menarik, ya? Sudah banyak yang menggunakan Ultra Phaethon untuk usaha kerajinan mereka. Kapan Anda akan memanfaatkan Ultra Phaethon juga pada pembuatan produk berbasis serat agave?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here