Mengenal Jenis Lem Kayu untuk Furniture

0
46

Lem kayu akan dapat merekat dengan sempurna jika Anda dapat memilih lem dan cara pengaplikasian yang tepat.

Sebagian orang akan menggunakan paku untuk menyambung antar kayu untuk membentuk pola furniture yang diinginkan. Sayangnya, penggunaan paku saja ternyata belum cukup, loh. Terkadang kayu akan mudah lepas atau antar lapisan kayu dengan yang lainnya semakin merenggang. Untuk mengikat antar lapisan kayu agar dapat melekat kuat maka dibutuhkan alternatif lainnya.

Anda bisa menggunakan lem sebagai alternatif penyambung antar kayu. Tentu saja lem yang digunakan tidak boleh sembarang lem.

Lem untuk kayu khusus digunakan untuk keperluan mengelem kayu atau material berbahan serat alam lainnya. Formula bahan tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan kerekatan, kekentalan dan daya sebar lem. Saat ini, Anda dapat dengan mudah membeli lem kayu di tok di sekitar Anda. Namun sebaiknya lebih selektif lagi dalam memilih, karena kandungan bahan pada lem umumnya sangat berpengaruh pada saat digunakan.

CS Lem Kayu

Untuk mengenal lebih dalam jenis-jenis lem kayu yang dapat Anda gunakan agar sesuai dengan kayu yang akan Anda gunakan, Anda bisa menyimak artikel berikut ini!

1. Lem PVAc

Lem PVAc (Polyvinyl Acetate) adalah salah satu lem kayu yang umum digunakan oleh masyarakat. Lem ini dapat dengan mudah dijumpai di pasaran. Harganya juga tergolong terjangkau. Lem PVAc ini dikenal secara umum dengan sebutan ‘lem putih’ atau ‘lem kuning’. Lem ini diklaim mudah dibersihkan dengan air sehingga mudah terangkat. Namun, ada jenis lem PVAc yang tahan air salah satunya adalah lem PVAc yang terbuat dari bahan water based.

Salah satu lem yang cukup serbaguna untuk kayu yang juga sering digunakan banyak orang yaitu lem epoxy. Lem tersebut umumnya mengandung resin dan pengeras (hardener) sehingga baunya cukup menyengat. Karena mengandung pengeras maka lem harus segera direkatkan dan mendapat tekanan yang cukup.

2. Lem Epoxy

Karena lem jenis epoxy ini mengandung hardener dan resin maka lem ini cukup tahan pada temperatur yang tinggi. Lem epoxy ini bisa digunakan untuk keramik, kaca, besi dll. Hal ini karena formula lem yang cukup kuat dan tahan untuk berbagai media.

3. Lem Korea “Ethyl Cyanoacrylate

Lem ethhyl cyanoacrylate ini juga dikenal masyarakat umum dengan sebutan lem korea. Lem ini dapat digunakan untuk pengeleman pada material jenis apapun.  Lem ini masuk kategori super glue karena kerekatannya yang kuat dan tahan terhadap tekanan tinggi.

4. Lem Polyuretane

Lem polyurethane juga dikenal dalam industri manufaktur karena kerekatan dan kepadatan yang dimilikinya. Lem ini juga tahan terhadap air dan cuaca sehingga baik digunakan pada kebutuhan indoor ataupun outdoor. Cara pengaplikasian lem ini cukup berbeda dengan lem kayu pada umumnya. Sebelum diaplikasikan maka permukaan media yang akan dilem harus dioles terlebih dahulu dengan air kemudian pllem bisa diaplikasikan pada permukaan media dan rekatkan antar media dengan tekanan yang cukup kuat . Untuk hasil yang optimal, Anda membutuhkan waktu selama 24 jam untuk proses pengeringan lem tersebut.

Lem Kayu dengan Daya Rekat Kuat Namun Tetap Aman

Lem kayu yang disebutkan diatas adalah beberapa jenis lem yang dapat Anda gunakan untuk kebutuhan perkayuan Anda. Namun, apakah hanya dengan melihat fungsinya saja sudah cukup? Tentu saja tidak. Sebagian lem kayu belum memenuhi standar sehingga dibutuhkan ketelitian dan pertimbangan ketika harus memilih lem.

Saat ini, masyarakat sedang bergerak untuk menjalankan penggunaan produk yang ramah lingkunga. Dengan melihat berbagai faktor, tentu saja hal tersebut sangat berpengaruh secara langsung ataupun tidak langsung terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Tidak salah apabila masyarakat saat ini sangat selektif dalam memilih suatu produk.

Memang hal tersebut tergantung dari kesadaran dari setiap individu namun bukan karena alasanin lantas kita tidak ingin menggunakan produk yang ramah lingkungan, termasuk lem. Keengganan masyarakat dalam menggunakan produk ramah lingkungan adalah kurangnya informasi serta edukasi mengenai permasalahan tersebut. Tugas kita adalah menginformasikan pentingnya penggunaan produk ramah lingkungan serta dampak bahaya jangka pendek hingga jangka panjang dari suatu produk.

Hingga saat ini, masih banyak lem yang berbahaya untuk digunakan. Anda tentu tidak asing lagi dengan aksi “ngelem” bukan? Ya, aksi tersebut adalah menghirup gas pada lem yang faktanya membuat seseorang kecanduan. Bisa dikatakan kandungan tersebut memberikan efek yang tidak kalah mematikan seperti narkoba. Sayangnya, aksi ini banyak dijumpai di masyarakat kalangan bawah di Indonesia. Sangat memprihatinkan. Dampak yang ditimbulkan pun bukan main-main karena pengguna akan merasa ‘mabuk’ n hilang nafsu makan. Faktanya, jika kandungan ini tersebut terus dihirup maka bisa menyebabkan kanker atau bahkan kematian.

Penyalahgunaan lem tersebut sangat meresahkan masyarakat pada umumnya. Terlebih lem dengan kandungan berbahaya juga dengan mudah didapatkan di pasaran. Seperti apakah lem yang berbahaya tersebut? Lem berbahaya ini umumnya menggunakan solvent dan kadangkala memiliki bau yang sangat menyengat. Sehingga bau lem ini sangat mengganggu, disarankan untuk mengaplikasikan lem di tempat yang terbuka atau sirkulasi udara yang bagus.

Kandungan kimia pada lem yang menguap tentu saja akan berdampak buruk ketika diaplikasikan di ruangan tertutup. Selain beracun, bau apek juga akan menyebabkan properti dalam ruangan pun cepat rusak. Untuk itu, sebaiknya ciptakan ruangan Anda dengan sirkulasi udara yang baik untuk meminimalisir adanya kerusakan barang-barang Anda akibat kandungan bahan kimia yang terjebak dalam ruangan.

Ada beberapa jenis lem yang cukup didiamkan saja setelah diaplikasikan. Untuk lem dengan kandungan solvent atau resin, umumnya harus dikeringkan selama 3 hingga 24 jam. Anda perlu mempertimbangkan waktu kering bahan cat sebelum membeli agar penggunaannya sesuai kebutuhan Anda.

Lem dengan bahan water based saat ini telah direkomendasikan untuk digunakan pada properti ataupun furniture. Hal ini bertujuan untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar zat kimia berbahaya. Lem berbahan water based salah satunya adalah jenis cat PVAc. Faktanya, lem PVAc ini lebih baik dibandingkan lem epoxy, loh.

Lem PVAc atau dikenal dengan lem putih yang umumnya hanya digunakan pada interior saja. Meskipun begitu, ada juga orang-orang yang menggunakan lem ini untuk merekatkan abtar kayu. Nah, lem PVAc berbahan water based yang direkomendasikan untuk sistem laminasi pada kayu adalah Crossbond X4. Lem tersebut memiliki kerekatan yang kuat dan tahan lama. Meskipun tanpa paku, laminasi antar papan kayu pun dapat bekerja dengan optimal.

Crossbond X4 sangat rekomendasi bagi Anda yang gemar dengan DIY furniture atau home interior seperti aksesoris kayu. Lem ini umumnya digunakan untuk sistem laminasi. Nah, kelebihan apakah yang dimiliki Crossbond X4 sehingga sangat direkomendasikan untuk laminasi kayu furniture?

Kelebihan-kelebihan Crossbond X4:

* Press time: 60 menit (Cepat kering)

* Daya rekat yang kuat

* Dapat digunakan untuk interior ataupun eksterior

* Tidak meninggalkan bau menyengat

* Tahan air

* Kandungan bahan aman

* Low VOC

Harga Terjangkau dan Mudah Diaplikasikan

Jika menilik harga lem yang terdapat di pasaran pastinya harus menimbang kembali biaya yang sudah Anda persiapkan. Tinggi atau rendahnya harga suatu produk lem bukan karena asal dibanderol begitu saja melainkan juga mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya adalah bahan yang digunakan, proses pembuatan, teknologi yang dipakai serta kualitas yang dihasilkan.

Umumnya, semakin tinggi harga jual suatu produk akan semakin bagus kualitas yang dihasilkan. Anda hanya perlu memperhatikan teknik pengaplikasian lem yang benar atau perhatikan tahap aplikasi yang tercantum pada kemasan. Nah, untuk Crossbond sendiri merupakan produk yang mudah diaplikasikan dan dibanderol dengan harga yang terjangkau.

Crossbond X4 bisa Anda dapatkan di toko terdekat atau marketplace kesayangan Anda. Harga lem kayu laminasi ini tergolong terjangkau yakni Rp. 60.000,- untuk kemasan dengan ukuran 250gr. Kandungan bahan pada lem Crossbond X4 telah disesuaikan dengan standar regulasi internasional Unites State Enviromental Protection Agency (EPA).

Demi mengikuti standar internasional, mutu dan kualitas Crossbond X4 tetap terjaga dan dipertahankan. Hal ini agar kualitas Crossbond X4 dapat disetarakan dengan produk lem dari merek luar negeri.

Ekonomi pasar yang tidak terfokus dalam negeri saat ini membuat banyak pengusaha mikro ataupun makro berlomba-lomba menghasilkan produk yang dapat diterima di masyarakat dunia. Dengan teknologi yang canggih tentu saja hal tersebut bukanlah tidak mungkin, dengan inovasi serta dapat diterima masyarakat luas maka akan lebih mudah dan cepat. Begitu pula dengan Crossbond X4 yang notabene menggunakan bahan yang aman. Faktor kesehatan dan ramah terhadap lingkungan adalag hal yang dipertahankan sejauh ini agar dapat diterima masyarakat luas.

Untuk proses laminasi menggunakan Crossbond X4, tidak hanya dapat digunakan pada lapisan antar media kayu solid saja melainkan juga dapat digunakan pada veneer, kayu olahan seperti multiplek, rotan ataupun bambu. Inovasi hiasan dinding kayu dengan perekat Crossbond X4 juga bisa Anda pilih sebagai alternatif.

Pada tahap aplikasi, adakalanya orang mengaplikasikannya dengan cara yang kuranf benar sehingga rekat antar media tidak bertahan lama atau mengelupas. Setiap lem memiliki cara yang cukup berbeda baik dari pengaplikasian atau waktu yang dibutuhkan hingga lem tersebut kering dan siap untuk digunakan. Sedangkan untuk laminasi kayu menggunakan Crossbond X4, perhatikan langkah aplikasi laminasi lem di bawah ini:

1. Pastikan media kayu yang akan diaplikasikan lem telah siap. Sebelum mengaplikasikan lem, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu permukaan kayu yang akan dilem dari debu atau kotoran lainnya.

2. Aplikasikan ke permukaan media yang akan dilaminasi dengan merata

3. Tekan/press  antar media atau Anda dapat menggunakan clamp

4. Tunggu hingga kering setidaknya selama 60 menit

5. Media siap digunakan

Langkah-langkah di atas sangat sederhana dilakukan bahkan Anda tidak perlu mengeringkan di bawah sinar matahari agar lem cepat kering. Cukup didiamkan saja maka lem dapat bekerja secara optimal.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here