Apa Saja Perbedaan Lem untuk Konstruksi dan Laminasi?

0
1997
perbedaan lem konstruksi dan laminasi

Apa saja perbedaan lem untuk konstruksi dan laminasi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Sering kami menggunakan istilah lem konstruksi dan lem laminasi. Pembagian adhesive tersebut dikarenakan fungsinya yang memang berbeda. Lem konstruksi ditujukan untuk perekatan rangka sedangkan lem laminasi diperuntukkan untuk perekatan pelapisan. Di luar pembagian tersebut, sebenarnya masih ada pembagian tipe perekatan yang lain. Misalnya perekatan yang sekaligus dimaksudkan untuk mengisi celah atau gap filling. Ada juga pembagian pengeleman berdasarkan sifat media yang direkatkan. Namun pada kesempatan ini, yang akan dibahas hanyalah produk untuk perekatan konstruksi dan laminasi. Kami akan membahas keduanya serta merekomendasikan lem yang tepat untuk digunakan pada masing-masing kebutuhan tersebut.

Baca Juga : Apakah sambungan kayu melebar mudah dilakukan?

Ini Dia Perbedaan Lem untuk Konstruksi dan Laminasi

Perekatan Konstruksi

Lem konstruksi seperti dijelaskan di atas adalah lem yang ditujukan untuk perekatan konstruksi. Yang dimaksud dengan perekatan konstruksi sendiri adalah perekatan untuk pembangunan (konstruksi) rangka. Rangka furniture, rangka kerajinan, hingga rangka bangunan tercakup pada tipe pengeleman ini.

Umumnya pada pembuatan rangka, kayu-kayu dibuat dalam desain khusus agar ketika dipertemukan terdapat kesimetrisan pada bentuknya. Kita menyebut desain-desain seperti ini dengan nama sambungan kayu atau wood joint.; Teknik wood joint sendiri sangat banyak dan sudah dibuat manusia sejak zaman dulu kala. Wood joint sangat bervariasi mulai dari yang sangat sederhana hingga yang sangat rumit. Berikut ini contoh-contoh jenis sambungan kayu:

1. Sambungan mitre joint

2. Box joint atau finger joint

3. Lap joint

4. Mortise dan tenon

5. Biskuit joint

6. Dowel joinery

7. Dan berbagai sambungan lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Tiap sambungan tersebut didesain dengan fungsinya sendiri-sendiri. Ada sambungan yang bagus untuk menyambungkan kayu secara melebar, namun ada juga yang cocok untuk menyambungkan kayu yang tegak lurus satu sama lain.

Pada hampir semua produk kayu yang kita kenal seperti furniture, sambungan kayu hampir selalu digunakan. Meski demikian, kadangkala sambungan-sambungan seperti ini sengaja tidak ditampakkan dari luar. Rangka-rangka bangunan juga kerap memanfaatkan sambungan kayu. Misalnya saja rangka atap rumah maupun pada bagian-bagian seperti kusen pintu.

biskuit joint sambungan

Lem Konstruksi

Karena digunakan untuk membangun rangka sebuah produk, kekuatan adalah aspek yang sangat vital pada tipe lem konstruksi. Selain kekuatan, ada tidaknya glue line atau garis lem juga harus dicermati. Glue line adalah bekas-bekas pada sambungan lem. Kemunculan glue line disebabkan warna lem yang ketika mengering tidak bisa menyatu dengan warna produk. Akibatnya produk mengalami cacat warna dan akan dinilai kurang menarik.

Karakter lainnya yang harus diperhatikan sebenarnya mengacu pada kualitas lem secara umum saja. Contohnya saja terkait dengan daya serap lem hingga kemampuannya untuk tidak mudah rusak karena faktor-faktor seperti kelembaban hingga panas.

Perekatan Laminasi

ruangan dengan laminasi kayu

Untuk membahas perbedaan lem untuk konstruksi dan laminasi, tentu selain memahami apa itu perekatan konstruksi, kita juga harus mengerti apa itu perekatan laminasi. Berbeda dengan perekatan konstruksi, pengeleman laminasi adalah pengelaman yang biasanya digunakan untuk merekatkan media dengan bidang luas atau untuk membuat media berbidang luas itu sendiri. Misalnya:

1. Untuk mengelem veneer pada kayu.

2. Untuk membuat kayu lapis (baik tripleks atau multipleks)

3. Untuk memasang lantai kayu

4. Untuk memasang dinding kayu

5. Untuk mengelem bagian furniture yang dibuat secara laminasi

6. Dan berbagai perekatan sejenis lainnya

Lem Laminasi

Selain kekuatan, lem laminasi biasanya didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhannya merekatkan produk pada media yang luas. Aspek-aspek yang biasanya harus diperhatikan tatkala membeli lem laminasi ialah:

1. Cover area lem. Cover area akan menentukan pemakaian lem tersebut, apakah adhesive terkait hemat digunakan atau termasuk boros. Jelas ini wajib dipertimbangkan sebab akan berpengaruh pada ongkos produksi.

2. Kemampuan lem menyebar dengan rata. Daya lem menyebar dengan rata akan berpengaruh pada kualitas hasil laminasi. Misalnya saja bila kita ingin merekatkan veneer, bukankah kita perlu memastikan lem tersebar merata? Ketidakmerataan lem bisa membuat lapisan veneer tak terekatkan secara baik pada semua sisi produk. Akibatnya tampilan dan kekuatan lem pun berkurang.

3. Viscositas adhesive dan daya serapnya. Viscosity atau kekentalan yang ideal untuk lem laminasi ada pada level medium. Hindari mengaplikasikan lem laminasi ketika masih sangat kental karena akan membuat produk tak bisa meresap dengan baik.

4. Ukuran partikel lem. Ukuran partikel lem juga terkait dengan kemampuan lem meresap dalam kayu. Lem laminasi jelas tak boleh menyebabkan lapisan film baru pada produk. Selain kurang kokoh, estetika produk juga menjadi buruk. Coba saja bayangkan bila pada multipleks yang dibuat terdapat lapisan lem di antaranya. Buruk bukan?

Lem Laminasi dan Konstruksi Rekomendasi Kami

Berdasarkan uraian di atas, terdapat sangat jelas perbedaan lem untuk konstruksi dan laminasi. Secara umum, lem konstruksi sangat penting untuk membuat rangka. Karena itu, lem ini harus kuat dan tahan lama. Sedangkan lem laminasi yang diaplikasikan pada bidang luas, sebisa mungkin harus memiliki cover area luas, viskositas medium, mudah meresa, dan juga mudah menyebar.

Lantas apa lem konstruksi dan laminasi yang kami sarankan? Dengan mencermati perbedaan lem untuk konstruksi dan laminasi di atas, adhesive yang kami sarankan adalah:

1. Crossbond X3 untuk perekatan konstruksi. Lem berbasis PVAc ini didesain dengan inner cross linker yang membuatnya memiliki ikatan rangkap ganda yang sangat kuat. Indoor adhesive ini juga sangat awet karena memiliki resistensi terbaik. Lem ini juga aman digunakan, bisa diaplikasikan pada berbagai wood joint, dan cepat kering. Anda bisa membeli lem ini dengan harga Rp. 45.000,00 saja.

lem kayu konstruksi untuk membuat rangka

2. Crossbond X4 untuk perekatan laminasi. Lem yang juga berbasis PVAc ini didesain untuk untuk kebutuhan pengeleman laminasi. Selain kuat dan awet, lem ini juga memiliki daya sebar luas, cover area bagus, daya serap yang baik, dan viskositas medium. Crossbond X4 juga sangat aman digunakan, cepat kering, dan bisa diaplikasikan pada banyak media. Adhesive ini bisa digunakan untuk kebutuhan heavy duty seperti perekatan decking kayu dan wall paneling kayu di luar ruangan. Anda bisa membeli lem ini dengan Rp. 50.000,00.

mengapa memilih crossbond x4

3. Eva Phaethon untuk Produk HPL. Berbeda dengan Crossbond X4 yang didesain untuk perekatan laminasi dengan media yang berkarakter sama, Eva Phaethon didesain untuk perekatan laminasi namun dengan media yang karakternya berbeda. Misalnya saja untuk finisnhing yang membutuhkan lem tempel dinding high pressure laminate. Eva Phaethon adalah ethylene based glue yang juga kuat, mudah digunakan, cepat kering, berdaya resap baik, dan cover area luas. Adhesive ini juga lebih aman digunakan dan memiliki resistensi baik. Anda bisa membelinya dengan Rp. 148.000,- untuk kemasan 4 kg. Murah bukan?

eva phatehon

Nah, demikianlah penjelasan mengenai perbedaan lem untuk konstruksi dan laminasi. Semoga bermanfaat ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here