Mengenal Janka Hardness Serta Tata Cara Penggunaannya

0
58

Janka hardness adalah salah satu cara untuk menentukan kekuatan kayu. Seperti apa uji ini dilakukan? Siapa pencetusnya?

Janka Hardness

Sebagaimana namanya uji janka adalah suatu tes tingkat keras kayu yang diciptakan oleh Gariel Janka. Pengujian ini dilakukan sebagai salah satu upaya standarisasi dan pengecekan kayu yang lebih empiris agar hasilnya memudahkan industri kayu.

Pengujian biasanya dilakukan dengan memanfaatkan bola baja dengan ukuran diameter 11,28 mm. Bola tersebut harus ditekan hingga masuk setengahnya ke dalam subsrat kayu. Semakin besar tekanan yang diperlukan untuk memasukkan setengah bola baja, maka semakin besar pula nilai jankanya. Bila diterjemahkan, nilai tersebut akan berkolerasi dengan tingkat keras kayu.

Urutan Tata Cara Uji Janka Hardness

1. Tahap Persiapan

Persiapan dilakukan dengan menyediakan alat, bahan, dan kondisi kayu yang diperlukan. Selain bola baja berdiameter 11,28 milimeter, diperlukan juga spesimen kayu uji yang diambil bagian terasnya tanpa knot (mata kayu).

kusen intu rayapan, atasi dengan pengawet kayu ampuh ini

Khusus pengujian lantai hardwood, sediakanl 150 mm x 50 mm sampel dengan ketebalan 6, 7, atau 8 mm. Selain itu, pastikan juga kayu dalam kondisi MC (Moisture Content) 12%.

2. Tahap Pengujian

cara uji janka hardness
Ilustrasi pengujian Janka Hardness

Untuk melakukan uji janka hardness, bola baja tak bisa hanya ditekankan di salah satu sisi kayu saja. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai seberapa keras spesimen kayu, uji juga diperlukan pada berbagai sisi kayu dengan wood grain (serat) yang arahnya berlainan. Dengan uji yang berbeda-beda ini, nantinya juga bisa didapatkan nilai yang lebih menyeluruh, misal kekerasan sisi, tangensial, dan ujung.

3. Tahap Analisis Data

Setelah uji janka selesai, perlu dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh. Umumnya, hasil dihitung dengan satuan lbf yang merupakan satuan untuk pound-force. Sedangkan untuk sistem metrik dan Newton, nilainya menggunakan satuan kgf atau N.

Baca Juga:  Tentang Lem Kayu dari Sejarah hingga Contoh Produknya!

Manfaat Uji Janka Hardness dalam Industri Woodworking

Bagi pengrajin kayu, angka yang tertera pada keterangan hasil uji janka memberikan manfaat yang signifikan. Setidaknya terdapat 2 hal yang bisa menjadi gambaran pengrajin dari angka tersebut.

1. Untuk Mengetahui Ketahanan Kayu

Beberapa produk kayu terutama lantai (flooring parquet atau decking), jembatan, hingga bantalan rel memerlukan bahan baku yang tidak mudah rusak meski terkena tekanan. Tekanan tersebut mencakup tekanan permukaan lebar ataupun yang lancip.

Karena uji kekuatan janka didesain untuk mengetahui ketahanan kayu ketika diberi bola baja, maka hal ini akan membantu pengrajin memahami material yang diolah. Pengrajin akan tahu apakah material tersebut bisa menahan tekanan kaki perabot, kaki manusia, hingga benturan, baik yang disengaja ataupun tidak.

2. Untuk Mengetahui Kemudahan Pengolahan Kayu

Selain bisa mengetahui ketahanan material produk, uji janka hardness juga bisa digunakan untuk mengetahui kemudahan material tersebut untuk diolah.

Bayangkanlah bila misalnya Anda harus mengolah kayu yang hasil uji jankanya sangat tinggi. Artinya, kayu tersebut akan sulit untuk dipaku, dipotong, ataupun diukir.

Pokhot atau Lignum vitae adalah contohnya. Pokhot merupakan spesies tanaman penghasil kayu terkuat di dunia setelah Australian Buloke. Meski kuat, tak sedikit pengrajin yang enggan mengolahnya sebab tingkat kerasnya yang terlampau tinggi.

Daftar Kayu yang Populer di Indonesia Menurut Janka Hardness

Pengujian keras kayu dengan metode ini sudah cukup banyak dilakukan di banyak negara. Berikut ini misalnya, merupakan daftar beberapa kayu populer di Indonesia dan dunia dengan hasil uji jankanya masing-masing. Nilai yang didapat ditampilkan dalam satuan lbf dan newton.

  1. Australian Buloke : 5,060 lbf (22,500 N)
  2. Pokhot (Lignum vitae): 4,500 lbf (20,000 N)
  3. Snakewood : 3,800 lbf (17,000 N)
  4. Eboni Brazil : 3,700 lbf (16,000 N)
  5. African Pearwood : 3,680 lbf (16,400 N)
  6. Iron Wood : 3,260 lbf (14,500 N)
  7. Eboni : 3,220 lbf (14,300 N)
  8. Anyaman bambu : 3,000 lbf (13,000 N)
  9. Bloodwood (Brosimum rubescens) : 2,900 lbf (13,000 N)
  10. Boxwood : 2,840 lbf (12,600 N)
  11. Mahogani merah, terpentin : 2,697 lbf (12,000 N)
  12. Oak : 2,680 lbf (11,900 N)
  13. Jati Emas (Golden Teak) : 2,330 lbf (10,400 N)
  14. Bubinga : 1,980 lbf (8,800 N)
  15. Kayu Merbau : 1,925 lbf (8,560 N)
  16. Jarah : 1,910 lbf (8,500 N)
  17. Purpleheart : 1,860 lbf (8,300 N)
  18. Hickory, Pecan, Satinwood : 1,820 lbf (8,100 N)
  19. Kayu Bengkirai : 1,798 lbf (8,000 N)
  20. Rosewood : 1,780 lbf (7,900 N)
  21. African Padauk : 1,725 lbf (7,670 N)
  22. Blackwood : 1,720 lbf (7,700 N)
  23. Janka hardness Merbau : 1,712 lbf (7,620 N)
  24. Kempas : 1,710 lbf (7,600 N)
  25. Tualang : 1,624 lbf (7,220 N)
  26. Zebrawood : 1,575 lbf (7,010 N)
  27. Hard maple: 1,450 lbf (6,400 N)
  28. Bambu alami : 1,380 lbf (6,100 N)
  29. Oak Putih : 1,360 lbf (6,000 N)
  30. Ash putih : 1,320 lbf (5,900 N)
  31. Oak merah : 1,290 lbf (5,700 N)
  32. Kayu Keruing : 1,270 lbf (5,600 N)
  33. Jati : 1,155 lbf (5,140 N)
  34. Oak Inggris : 1,120 lbf (5,000 N)
  35. Kayu Cherry : 995 lbf (4,430 N)
  36. Cherry hitam : 950 lbf (4,200 N)
  37. Mahoni Afrika : 830 lbf (3,700 N)
  38. Mahoni Honduras : 800 lbf (3,600 N)
  39. Alder merah (red adler) : 590 lbf (2,600 N)
  40. Pinus putih timur (Eastern White Pine) : 380 lbf (1,700 N)
  41. Kayu Balsa: 70 lbf (310 N)
Baca Juga:  Mengenal Nama-nama Lem Beserta dengan Fungsi dan Harganya

Perlu diketahui, daftar kayu menurut nilai janka hardness di atas didasarkan pada metode ASTM D 1037-12. Uji dilakukan pada kayu mentah (belum dijadikan flooring atau lantai). Sumber yang kami gunakan adalah The Wood Databese dan Lumber Identification. Hasil di atas kadang menunjukkan angka yang berbeda dengan uji yang dilakukan lembaga lain, sebab sampel kayu yang dipakai mungkin saja tidak seragam.

Gunakan Lem yang Berkualitas untuk Kayu Hasil Uji Janka

Untuk pengolahan kayu hasil uji janka menjadi furniture dan jenis kerajinan lainnya, gunakan lem kayu yang berkualitas. Anda bisa menggunakan lem khusus flooring yakni Crossbond X4, atau lem khusus konstruksi bangunan dari Crossbond X3.

Anda bisa menghubungi kontak kami yang tertera di website ini untuk informasi pembelian atau info lain terkait Crossbond X3 dan Crossbond X4.

perlindungan extra furniture kayu dengan pengawet kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here