Tentang Karakteristik dan Pemanfaatan Kayu Sawo (Manilkara zapota)

0
188
potongan kayu sawo
Image: hobbithouse.com

Seperti apa ciri dan karakteristik kayu sawo? Pada kesempatan ini, lemkayu.net akan mengulas kayu tersebut untuk Anda.

Pohon sawo atau Manilkara zapota merupakan pohon penghasil buah yang cukup populer di Indonesia. Pada musim-musim tertentu, kita pasti sering menemukan buah ini dijual di toko-toko.

Buah sawo berwarna coklat tua dengan bentuk lonjong membulat. Bagian dalam memiliki warna serupa hanya saja agak lebih muda. Dan di balik dagingnya yang sangat lembut, terdapat bijinya yang berwarna hitam dan keras.

Rasa buah sawo manila sendiri sangat manis, namun ada juga yang terasa sepat dan pahit bila masih muda atau memang variasinya demikian.

Iklan Biothane Banner perkenalan CS Lem Kayu

Meski sangat terkenal di Indonesia (hingga digunakan dalam istilah populer seperti kulit “sawo matang”), namun demikian tanaman Zapota sebenarnya tidak berasal dari kepulauan nusantara. Tanaman ini merupakan tanaman asli Meksiko dan kepulauan Karibia.

Sejarah sampainya pohon sawo di Indonesia tidak lepas dari kolonialisme yang dilakukan bangsa Eropa baik di Indonesia ataupun Amerika Latin. Dalam situasi tersebut, perdagangan lintas benua dilakukan dengan salah satu komoditasnya adalah pohon-pohon bernilai ekonomis.

Namun, selain bisa menjadi tanaman penghasil buah dan perindang di pekarangan, M. zapota ternyata juga dapat menghasilkan kayu berkualitas dalam industri permebelan, kerajinan, hingga pembuatan rangka gedung bangunan.

Dan di kesempatan ini, lemkayu.netakan membahas mengenai kayu tersebut. Namun sebelumnya, mari simak seperti ciri-cirinya terlebih dahulu.

Karakteristik Kayu Sawo Manila

  • Warna: Kayu terlihat berwarna coklat kemerahan, kulitnya bila masih ada umumnya bersifat keras dengan tekstur yang sangat jelas
  • Kelas kuat: I
  • Tekstur: halus
  • Janka hardness: 2,970 lbf (13,210 N)
  • Tingkat kekerasan: keras
  • Arah serat: lurus, kadang agak bergelombang
  • Bobot kayu: berat
  • Kembang susut: kecil (Radial: 6,2%, Tangensial: 9,2%, Volumetrik: 16,0%, Rasio T/R: 1,5)
  • Daya retak: rendah
  • Berat kering rerata: 1,040 kg/m3
  • Pengerjaan: agak sulit, tapi memberikan hasil yang sangat baik
  • Kelas awet kayu sawo: I-II (sangat tahan terhadap hama di area tanah lembab)

Klasifikasi Ilmiah M. zapota

Adapun klasifikasi ilmiah tanaman ini adalah:

  • Kingdom: Plantae
  • Klad: Tracheophytes
  • Klad: Angiospermae
  • Klad: Eudicots
  • Klad: Asterids
  • Order: Ericales
  • Family: Sapotaceae
  • Genus: Manilkara
  • Species: M. zapota

Nama lain: Chico Zapote, Zapote, Sapodilla (Bahasa Inggris)

Kelebihan dan Kekurangan Kayu Sawo Manila

Keunggulan

Warna kayu yang sangat menarik
Kayu yang sangat kuat dan kokoh sehingga bisa digunakan untuk konstruksi
Sangat tahan lama

Kekurangan

Kurang populer di kalangan masyarakat
Pengerjaan agak susah terutama bagi pemula

Pemanfaatan Kayu Sawo

Sampai sekarang, kayu ini telah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Namun pada umumnya, kayu M. zapota digunakan dalam pembuatan aneka perabot seperti mebel rumah tangga dan kabinet, rangka bangunan, hingga untuk lantai.

Karena sifatnya yang sangat kuat, keras, dan awet, kayu ini juga sering digunakan untuk decking dan parquet, garden furniture, pagar, jembatan, dan untuk elemen kayu pada moda transportasi.

Budidaya

Pohon ini banyak dibudidayakan untuk diambil buahnya. Namun seiring berjalannya waktu, kayu sawo mulai dilirik sebagai kayu pengganti atau substitusi untuk kayu-kayu premium yang tingkat permintaannya sangat tinggi.

Dalam Pemanfaatannya, Gunakanlah Lem Berkualitas

Kayu zapota pada akhirnya merupakan kayu yang memiliki potensi besar dalam dunia permebelan hingga kerajinan. Kayu ini bisa digunakan untuk membuat beraneka tipe mebel, craft, perabotan rumah tangga, hingga alat music tertentu.

Namun untuk mendukung pemanfaatan tersebut, tentu bahan yang digunakan harus diseleksi dengan ketat. Apalagi, mengingat sifat kayu yang sangat keras dan kuat.

Untuk bahan perekat, misalnya, pilihlah lem yang daya rekatnya sudah teruji tahan banting di lapangan. Dan untuk kebutuhan itu, kami menyediakan dua varian Crossbond yaitu perekat Crossbond X3 dan perekat Crossbond X4.

Kedua lem ini:

  1. Sangat kuat
  2. Stabil perekatannnya
  3. Aman digunakan
  4. Tidak glue line
  5. Harga terjangkau dan kemasan hemat

Dua Tipe Crossbond untuk Dua Perekatan Berbeda

  1. Perekat Crossbond X3: Perekat ini cocok untuk menyambungkan komponen kerajinan ataupun mebel. Misalnya, Anda ingin membuat almari kayu sawo, maka untuk joinery-nya, Anda bisa menggunakan Crossbond X3
  2. Perekat Crossbond X4: Perekat ini cocok untuk perekatan dengan area yang luas. Contoh, Anda ingin menempelkan veneer kayu sawo pada permukaan kayu yang lain. Untuk perekatannya, Anda bisa menggunakan Crossbond X4

Baik Crossbond X3 ataupun Crossbond X4 sebagaimana disebut di atas memiliki kriteria ideal sebagai lem yang bagus. Produk perekat yang disediakan Bio Industries ini aman digunakan, tidak glue line, kuat, dan tentu saja tidak mudah lepas (tahan lama). Jadi, tunggu apa lagi?

lem kayu terbaik

Cara Pesan Lem Crossbond untuk Kayu Sawo

Kabar gembira untuk Anda! Bila dulu lem Crossbond hanya ditawarkan dalam skema B2B (antar perusahaan), kini siapapun bisa membeli Crossbond! Anda pun bisa mendapatkannya dalam kemasan yang lebih kecil sehingga cocok untuk proyek Anda yang tidak besar.

Pemesanan dapat dilakukan via daring ataupun langsung. Yang pasti, dengan apapun Anda membeli lem Crossbond, kualitas produk dan layanan akan sentiasa kami usahakan.

Poin-poin Penting tentang Kayu Sawo

Beberapa poin penting bisa kita ringkaskan dari penjabaran di atas:

  1. Pohon sawo, demikianpun bukan asli dari Indonesia, namun kini sangat populer di negara kita. Sawo disukai karena merupakan pohon perindang yang cantik sekaligus buah dengan rasa yang lezat.
  2. Selain bisa diambil buahnya dan dijadikan pohon hias, sawo juga bisa diambil kayunya. Kayu sawo memiliki kualitas yang sangat baik dengan kekerasan, kekuatan, hingga level keawetan sangat tinggi.
  3. Meski demikian, kayu ini memang agak sulit diolah terutama oleh para pekerja permebelan dan konstruksi pemula.
  4. Selain itu, dibutuhkan juga perekat yang tepat agar hasilnya juga bagus.
  5. Dan tak ada lem yang paling cocok digunakan untuk kayu ini kecuali lem Crossbond!

Demikian informasi tentang karakteristik kayu sawo yang dapat kami hadirkan di artikel ini. Semoga artikel ini bisa menambah khasanah pengetahuan kita mengenai kayu-kayu yang ada di Indonesia.

Iklan Biothane utama CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here