Lem untuk HPL ke MDF yang Bagus, Jangan Sampai Salah Pilih

0
9
meja hpl bagus

Saat ini banyak furniture rumah tangga tidak lagi dibuat dari kayu solid. Lemari, meja, rak, kabinet, sampai kitchen set lebih sering dibuat dari material olahan seperti MDF yang kemudian dilapisi HPL (High Pressure Laminate).

Alasannya sederhana, yaitu karena perabot berbahan MDF jauh lebih murah dibandingkan kayu solid. Supaya permukaan MDF terlihat lebih rapi dan menarik, material ini biasanya dilapisi dengan HPL.

promo produk finishing natural oil dan sanding sealer

bagian hpl

perawatan kayu alami natural oil

Berbeda dengan veneer, HPL merupakan bahan sintetis atau buatan. HPL terbuat dari lembaran kertas dekoratif dan kraft paper yang diresapi resin, lalu dipadatkan dengan tekanan dan suhu tinggi hingga menjadi lembaran yang keras dan padat.

Baca Juga : Ikuti Panduan Cara Lem HPL yang Mudah Ini

Itulah sebabnya tidak semua jenis lem cocok untuk HPL. Dibutuhkan lem dengan kriteria tertentu agar dapat merekat dengan baik pada bahan sintetis ini. Sebagian lem laminasi mungkin terlihat bisa dipakai, tetapi kalau tidak sesuai dengan karakter HPL, hasil rekatnya bisa kurang kuat dan pemakaian bahan pun menjadi lebih boros.

Awalnya HPL memang tampak menempel, tetapi setelah beberapa waktu bagian tepi mulai terangkat. Ada juga yang terlihat kurang rapat, muncul gelembung, atau lapisan mulai terlepas.

Kriteria lem untuk HPL ke MDF

Jenis lem yang cocok perlu memenuhi beberapa kriteria berikut agar mampu merekat kuat pada HPL dan MDF.

1. Tahan lembap

Furniture MDF dengan HPL sering kali berupa meja atau kitchen set. Keduanya cukup rentan terkena tumpahan air atau berada di area yang lembap. Jika terus-menerus terpapar air, daya rekat lem bisa menurun dan lapisan HPL lama-kelamaan dapat terkelupas.

2. Daya rekat kuat

Lem untuk HPL ke MDF juga harus memiliki daya rekat yang kuat. Hal ini karena HPL dan MDF merupakan dua bahan yang berbeda karakter. Jika lem yang digunakan kurang kuat, lapisan HPL bisa mudah terangkat, terutama pada bagian sudut atau tepi.

3. Bisa digunakan pada bahan sintetis seperti HPL

Tidak semua jenis lem dapat digunakan untuk merekatkan bahan sintetis. Karena HPL merupakan material buatan, maka lem yang dipilih harus memang sesuai untuk bahan seperti ini. Dengan begitu, hasil perekatan bisa lebih maksimal dan tidak mudah lepas.

4. Hemat dan aman

Selain kuat, lem yang digunakan juga sebaiknya hemat dalam pemakaian dan aman saat diaplikasikan. Penggunaan lem yang terlalu boros tentu membuat biaya produksi meningkat. Karena itu, banyak orang lebih memilih lem yang mampu merekat kuat dengan penggunaan yang tetap wajar.

Jenis lem untuk HPL ke MDF yang cocok

Dalam memilih jenis lem, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu fungsinya, apakah memang dapat digunakan untuk laminasi. Selain itu, perhatikan juga jenis bahan yang dapat direkatkan, apakah hanya untuk material alami atau juga dapat digunakan pada bahan sintetis.

Lem yang sesuai untuk merekatkan MDF dengan HPL yaitu Eva Phaeton. Jenis lem ini merupakan lem EVA yang berfungsi untuk merekatkan dua adheren yang berbeda.

Eva Phaeton cocok untuk perekatan berbagai jenis bahan sintetis seperti HPL dan PVC. Lem ini terbuat dari ethylene vinyl acetate. Formulasi lem ini dinilai cocok untuk perekatan HPL dan MDF. Selain HPL, lem ini juga dapat digunakan untuk merekatkan decoupage, sarung tangan, dan book binding.

Dengan penggunaan MDF yang dilapisi HPL serta direkatkan dengan lem Eva Phaeton, Anda dapat memperoleh furniture dengan biaya yang lebih terjangkau, hemat, lebih kuat dan tetap menarik.

promo produk white agent wa-250
perawatan kayu alami natural oil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here