Lem Antiair yang Dibutuhkan Pengrajin Kayu

    0
    17
    ini lem anti air

    Meski tak selalu dibutuhkan, lem antiair adalah suatu keharusan untuk pembuatan produk-produk tertentu. Bagaimana karakteristik lem seperti ini? Apa contoh dan berapa harganya?

    Air pada dasarnya adalah senyawa anorganik dengan formula H2O dan dicirikan dengan sifatnya yang tak berwarna, tak berasa, serta tak berbau. Senyawa ini merupakan salah satu faktor pembentuk kehidupan yang demikian berharga. Manusia, tumbuhan, hingga bakteri memerlukan air untuk kelangsungan hidup.

    Meski begitu, seringkali keberadaan air justru bisa menyebabkan kerusakan. Misalnya, yang ditunjukkan pada proses pelapukan, yakni berubahnya material organik menjadi anorganik. Kayu yang diletakkan dalam air secara terus-menerus, misalnya, akan mengalami pelapukan. Begitu juga dengan besi yang terkena hujan yang akan berkarat setelah beberapa lama.

    Keberadaan air, dengan istilah yang lebih praktis, bisa dikatakan berpotensi membuat benda-benda yang kita kenal menjadi tidak awet. Oleh karena itu, kita mengenal istilah waterproof dan water resistant. Waterproof artinya sifat suatu benda yang tahan air, sementara water resistant artinya benda tersebut sulit ditembus air.

    pagar tampil baru dengan Orchid

    Persoalan seperti ini rupanya juga memengaruhi proses rekat suatu benda. Diperlukan produk perekat yang memiliki ketahanan terhadap air yang bagus. Diabaikannya keperluan ini dapat menyebabkan kerusakan pada produk tersebut.

    Ketika Lem Antiair Dibutuhkan

    Berikut ini beberapa contoh di mana lem yang memiliki sifat water resistant atau bahkan waterproof diperlukan.

    1. Penyambungan pipa. Proses penyambungan pipa membutuhkan bahan perekat. Dibutuhkan lem khusus yang memiliki sifat antiair sekaligus bisa menyambungkan bahan pipa plastik ataupun logam.
    2. Pembuatan wadah penampung air. Terdapat banyak jenis wadah penampung air, mulai dari bak besar, akuarium besar, akuarium kecil, hingga gelas untuk minum. Pada pembuatan akuarium, misalnya, diperlukan bahan perekat supaya tiap kaca tersambung satu dengan yang lain. Dan tentu, perekat yang digunakan harus memiliki sifat waterproof.
    3. Ship building atau pembuatan kapal. Pembuatan komponen kapal pada bagian luar memerlukan lem dengan sifat ketahanan yang baik terhadap air.
    4. Pembuatan fasilitas outdoor yang terus terpapar air. Pembuatan fasilitas luar ruangan seperti jembatan dan dek dekat galangan kapal sebaiknya didukung dengan lem yang bersifat water resistant.
    5. Pembuatan peralatan laboratorium. Beberapa peralatan laboratorium memerlukan perekat tahan air.
    Baca Juga:  Lem Kayu untuk Meja Palet di Ruang Tamu Unik

    lem tahan air

    Contoh Lem Antiair

    Terdapat beberapa lem yang dikenal memiliki sifat antiair yang bagus. Yang paling populer adalah lem silikon. Lem silikon digunakan untuk perekatan kaca dan gelas, termasuk dalam pembuatan akuarium. Silikon memiliki sifat elastis, cukup bening, dan mudah digunakan.

    Adapun untuk kebutuhan perekatan logam dan plastik keras, umumnya digunakan lem epoksi dan PU (polyurethane). Lem epoksi adalah lem 2 komponen yang terdiri atas resin dengan hardener. Jenis lem ini tidak akan meresap ke substrat di mana ia diletakkan. Dua komponen epoksi akan berikatan satu sama lain membentuk lapisan keras yang menempel di permukaan substrat.

    Sifat serupa diperlihatkan lem PU. Lem PU juga termasuk lem 2 komponen yang dalam proses perekatannya memerlukan penggabungan 2 bahan yang terpisah. Hanya saja dibanding epoksi, lem PU lebih mudah diaplikasikan dan tahan pada beberapa zat kimia yang rentan merusak lapisan epoksi.

    Selain bisa digunakan untuk penyambungan, kedua lem ini dapat diandalkan untuk gap filling atau pengisian lubang. Misalnya untuk mengisi retak besar pada bekas kayu yang berjamur.

    Berapa Harga Lem Antiair?

    Harga lem dengan sifat waterproof cukup bervariasi. Namun secara umum, produk seperti ini dibanderol dengan harga yang tinggi di pasaran.

    Lem epoksi, misalnya, biasanya dibanderol pada kisaran seratusan ribu rupiah untuk kemasan 0,5 hingga 1 kg. Begitu juga dengan lem PU dengan kisaran harga serupa.
    Bagaimana dengan Crossbond?

    Seperti diketahui, lem Crossbond X3, Crossbond X4, serta Eva Phaethon didesain untuk kebutuhan yang berbeda mulai dari pembuatan furnitur indoor, pemasangan lantai kayu, hingga perekatan HPL.

    Crossbond X3 dan X4 bukan merupakan lem yang cukup tahan terhadap air. Begitu pula dengan Eva Phaethon. Hanya saja, semua varian lem tersebut tidak akan rusak hanya karena beberapa kali terpapar oleh air. Kerusakan hanya terjadi bila paparan airnya terjadi terus-menerus.

    Baca Juga:  Mengenal Decosheet: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

    Ketiga lem ini memang sengaja didesain tanpa kepentingan antiair. Sebab hal tersebut memang tidak diperlukan. Pada pembuatan furnitur indoor dengan Crossbond X3, misalnya, jelas tak dibutuhkan lem yang tahan air. Toh kalaupun menggunakan lem tahan air seperti epoksi, kebanyakan kayu yang dipakai tidak memiliki resistensi yang baik terhadap air. Artinya, pemakaian lem yang tahan air hanyalah suatu kesia-siaan.

    Begitu pula dengan pemasangan decking. Crossbond X4 akan dioleskan di bawah komponen decking. Hujan yang turun pun, dengan begitu tidak akan mengenai lem tersebut.

    Penambahan fitur yang membuat Crossbond X4 atau Eva Phatehon menjadi lem tahan air hanya akan boros-boros biaya. Sebab harga produk nantinya bisa semahal lem epoksi atau PU. Apalagi dalam banyak kasus, lem yang tahan air umumnya menciptakan film tebal. Perekatan HPL hingga pembuatan furnitur akan sulit dilakukan menggunakan jenis lem seperti itu.

    sambut ramadhan bersama biovarnish

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here