Ini Dia Jenis-jenis Ukiran Tradisional Indonesia

0
49

Indonesia sebagai negeri beragam budaya, memiliki jenis-jenis ukiran tradisional yang sangat banyak. Yuk, kita kenali beragam produk budaya anak negeri tersebut! Jangan lupa gunakan Crossbond untuk megelem berbagai produk ukiran kayu.

Kita perlu bersyukur sebagai orang Indonesia. Negeri kita memiliki wilayah yang begitu luas yang melingkupi beribu pulau dengan budaya dan organisme yang beragam. Lihat saja tradisi yang ditujukan tiap suku! Baju adat yang beragam dan kerajinan yang beraneka rupa hanya contoh kecil saja kekayaan nusantara di dunia ini.

Kita juga memiliki tradisi mengukir yang panjang lho. Sudah sejak lama nenek moyang kita mengenal seni ukir. Hasilnya, bisa kita nikmati pada berbagai tinggalan seperti candi dan artefak-artefak lawas. Nah di kesempatan ini, lemkayu.net ini membahas beberapa contoh jenis-jenis ukiran tradisional di Indonesia. Namun sebelumnya, yuk kita pahami lagi apa yang sebenarnya dimaksud dengan mengukir.

Pengertian Ukiran

Mengukir bisa diartikan sebagai pekerjaan mengolah media 3 dimensi menjadi bentuk tertentu dengan tujuan estetika. Mengukir berbeda dengan melukis, sebab hasil lukisan bersifat 2 dimensi, sedangkan hasil ukiran bisa diraba bentuknya.

CS Lem Kayu

Tak hanya di Indonesia, kerajinan ini sebetulnya sudah dikenal di berbagai negara di dunia. Media yang digunakan pun beragam. Namun secara umum, manusia menerapkan teknik pengukiran pada material solid seperti kayu dan juga batu. Di Bali, misalnya, ukiran juga kerap diapliksikan pada batu cadas yang kemudian digunakan untuk bangunan yang bersifat sacral.

Ukiran Tradisional Indonesia

Ini Dia jenis-jenis Ukiran Tradisional Indonesia

  1. Ukiran Jepara. Salah satu ukiran yang paling populer di Jawa adalah ukiran Jepara. Nama Jepara bahkan sudah terkenal di antara pelaku usaha woodworking internasional. Ciri dari ukiran Jepara adalah bentuk daun yang miring, jumbai-jumbai, tangkai melengkung, dan ranting yang mengisi space kosong.
  2. Seni Ukir Toraja. Tana Toraja tak sekadar memiliki alam dan manusia yang indah. Di sini pun, produk budaya berupa ukirannya sangat menawan. Ciri ukiran toraja adalah penggunaan kombinasi garis dan titik yang menciptakan kombinasi harmonis. Hasil ukiran diwarnai dengan warna merah dan hitam.
  3. Seni Ukir Bali. Bali juga memiliki tradisi mengukir tersendiri. Ukiran Bali memiliki bentuk simetris dan motif seperti daun hingga bunga yang melengkung cembung atau cekung.
  4. Seni Ukir Papua. Pulau besar paling timur di Indonesia ini juga menghasilkan produk ukiran yang menawan. Ukiran Papua memiliki bentuk besar dengan garis yang jelas. Biasanya ukiran diterapkan pada topeng-topeng.
  5. Seni Ukir Melayu. Ada banyak suku di Sumatra, namun hampir semuanya termasuk dalam rumpun melayu. Ukiran khas melayu sendiri dipengaruhi oleh budaya arab. Ini disebabkan pusat budaya melayu pada masa lalu adalah Malaka yang notabene merupakan kerajaan islam yang kuat pada zamannya.
Ukiran Tradisional Indonesia

Ukiran di Masa Lalu dan Masa Sekarang

Pada masa lalu, ukiran biasanya diterapkan pada mebel dan bangunan yang dianggap penting. Misalnya saja di candi, istana, dan hunian milik pejabat kerajaan. Di zaman sekarang, aplikasi ukiran ditemukan diterapkn pada bidang yang lebih luas. Malah, banyak yang menerapkan teknik pengukiran untuk membuat souvenir.

Tips Jenis-Jenis Ukiran Tradisional Indonesia Lebih Berkualitas

Jenis-jenis ukiran tradisional Indonesia memang sangatlah menarik. Akan tetapi, agar hasilnya bagus, kita tentu harus bisa membuatnya dengan cermat. Berikut ini beberapa tips penting yang perlu diperhatikan bagi Anda yang masih baru di bidang ini.

  1. Gunakanlah kayu yang tepat. Sebab tidak semua kayu cocok dibuat ukiran. Apabila Anda bisa mendapatkan kayu yang tepat, bukan hanya hasilnya bagus, tapi pengerjaannya juga lebih mudah. Contoh kayu untuk ukiran yang bagus adalah cendana, kayu jati, dan juga kayu balsa.
  2. Aplikasikan finishing yang bagus. Sebab sebaik apapun ukiran yang Anda buat, tapi bila Anda salah memilih bahan finishing, maka pekerjaan Anda akan sia-sia semata. Pilihlah cat dengan cermat baik dari segi warna sampai tingkat kilaunya.
  3. Bila Anda mengukir pada kayu dalam kelas keawetan rendah, sebaiknya Anda menerapkan treatmet pengawetan setelahnya. Bila Anda tak menerapkan treatment pengawetan, karya Anda yang bagus tersebut hanya tinggal tunggu waktu dirusak rayap atau kumbang bubuk.
  4. Sesuaikan dengan desain produk. Ukiran biasanya dikombinasikan pada mebel atau bangunan. Oleh sebab itu, perlu sinkronisasi tema antara keduanya. Jangan sampai, desain dan warna ukiran tidak cocok dengan mebel atau bangunan.
  5. Model dan desain ukiran. Anda tak perlu berpatok pada jenis-jenis ukiran tradisional terus menerus. Anda juga perlu melakuakn eskplorasi diri. Kembangkanlah desain yang sudah ada, atau kombinasikan dengan desain lainnya. Jadi, hasil karya Anda tidak membosankan dan menonjol dibanding hasil ukiran karya pengukir yang lain.

Bagaimana? Sebetulnya, pekerjaan membuat ukiran adalah pekerjaan yang tidak mudah. Tapi bagi mereka yang memiliki bakat, pengerjaan pembuatan ukiran pastilah sangat menyenangkan untuk dilakoni. Meski, selain bakat, diperlukan juga desain yang bagus hingga kayu yang kualitasnya tepat.

Agar Ukiran Terlihat Cantik, Rekatkan dengan Baik

Seperti disebut di atas, ukiran sering diterapkan sebagai penghias mebel atau konstruksi bangunan. Misalnya pada dinding dan tiang-tiang. Untuk kebutuhan seperti itu, ukiran jelas perlu ditempel. Dan untuk menempelkan produk dengan estetika tinggi seperti ini, tentu kita tak bisa sembarangan. Bagaimana kalau misalnya lem yang dipakai menimbulkan bekas coklat atau kehitaman yang jelek? Atau, bagaimana apabila perekatannya tidak kuat sehingga membuat posisi ukiran miring?

Tak mau hal tersebut terjadi, bukan? Makanya, untuk kebutuhan ini, Anda perlu membeli adhesive yang tepat. Dan di antara berbagai merk lem yang tersedia di pasaran, tak ada lem yang lebih baik dibanding adhesive Crossbond.

lem kayu terbaik

Apa itu Crossbond?

Crossbond adalah lem berbasis PVAc water based yang dibuat dengan teknologi modern untuk memenuhi industri perkayuan terkini. Lem ini memiliki berbagai keunggulan yang tak dimiliki lem lainnya. Sebagai PVAc water based, lem ini jauh lebih aman digunakan dan tidak menyebabkan bau menyengat. Kekuatan perekatannya juga sangat baik.

Bagaimana dengan ketahanan perekatannya? Anda tak perlu khawatir. Sebab, hasil perekatan lem ini bisa bertahan sangat lama. Yang tak kalah penting, harga lem Crossbond juga sangat terjangkau sehingga tidak menyebabkan ongkos produksi menjadi bengkak. Menarik, bukan?

Nah, bagi Anda yang tak sabar membeli lem ini, segera hubungi kami sekarang juga. Anda bisa membeli lem ini secara online lho dengan mengontak Customer Service kami. Atau bila Anda ingin membeli langsung, Anda bisa berkunjung ke Bio Service Point. Jangan ragu, ya. Sebab kehadiran Anda selalu kami tunggu.

Akhir kata, semoga artikel mengenai jenis-jenis ukiran kayu asli Indonesia ini bermanfaat ya. Update terus berbagai informasi menarik lainnya di lemkayu.net.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here