5 Jenis Lem untuk Perahu dan Kapal

0
49
kapal pesiar yang bagian dalamnya dilem menggunakan lem PVA dan EVA

Terdapat setidaknya 5 adhesive yang bisa Anda gnakan sebagai bahan untuk lem perahu dan kapal.

Moda transportasi air bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Namun secara umum, kita bisa membaginya menjadi 2 tipe. Yang pertama adalah kapal yang merujuk pada moda yang lebih canggih. Yang kedua adalah perahu yang lebih sederhana dan tradisional.

Tantangan yang dihadapi dalam industri transportasi laut ini tak bisa disamakan dengan bidang industri yang lain. Untuk ketahanan misalnya. Kapal dan perahu selalu dihadapkan pada situasi di mana bahan pelapis kapal atau perahu terdampak perubahan suhu yang ekstrim, perubahan cuaca, hingga paparan sinar matahari berlebih.

Tapi jangan salah. Selama ini beredar miskonsepsi bahwa satu-satunya lem yang ideal untuk boat and shipbuilding adalah lem epoksi. Padahal nyatanya, terdapat jenis lem lainnya yang bisa digunakan dalam industri ini.

5 Jenis Lem Perahu dan Kapal

1. Epoksi

CS Lem Kayu

Epoksi merupakan produk lem yang terdiri dari 2 komponen. Komponen yang pertama adalah resin sedangkan komponen yang kedua adalah hardener. Dalam pemakaiannya, epoksi perlu dicampurkan dengan hardener dulu sebelum digunakan.

Lem epoksi memiliki sifat resistance yang sangat tahan terhadap air. Lem ini juga bisa digunakan pada area yang terendam air terus-menerus. Bahan yang bisa direkatkan dengan epoksi pun beragam, termasuk di antaranya adalah kayu dan logam.

lem perahu dan kapal epoksi

Dengan beberapa yang disebutkan di atas, epoksi menjadi lem primadona untuk shipbuilding.

Kelebihan:

  1. Cocok untuk kayu dan beberapa jenis logam
  2. Tahan lama, termasuk tahan air
  3. Tahan cuaca
  4. Kuat
  5. Bisa dipakai sebagai gap filling

Kekurangan:

  1. Mahal
  2. Kurang tahan suhu panas dibanding RF dan PU mastic
  3. Mudah rusak terkena UV sehingga perlu dilapisi cat eksterior
  4. Aplikasi lebih sulit
  5. Sensitif pada kelembaban selama proses curing

2. PU Mastic

PU Mastic adalah lem perahu dan kapal yang cukup populer. Lem ini sangat kuat, tidak merusak estetika, dan memiliki ketahanan yang sangat baik.

PU mastic juga menawarkan solusi atas beberapa kekurangan lem epoksi. Misalnya, PU mastic mempunya ketahanan yang baik pada suhu yang lebih tinggi.

Kelebihan:

  1. Cocok untuk kayu dan banyak jenis logam
  2. Tahan lama, termasuk tahan air dan tahan suhu
  3. Waktu curing lebih cepat
  4. Tahan cuaca
  5. Ketahanan pada UV yang lebih baik
  6. Kuat
  7. Bisa dipakai sebagai gap filling

Kekurangan:

  1. Mahal

3. RF

Lem RF atau resorcinol phenol formaldehyde adalah lem structural yang dikategorikan sebagai produk eksterior. Lem ini bagaimana pun juga perlu agak diwaspadai karena kandungannya tidak baik untuk kesehatan.

Lem RF sudah digunakan pada boatbuilding sejak lama. Sejak abad ke-20, lem RF sudah populer untuk pembuatan perahu dan kapal.

Kelebihan:

  1. Tahan suhu lebih baik dibanding epoksi
  2. Tahan cuaca, air, hingga bakteri pembusuk
  3. Dapat digunakan untuk berbagai media

Kekurangan:

  1. Proses curing lebih lambat
  2. Warna coklat tua yang bisa merusak tampilan
  3. Kandungan lebih berbahaya

4. PVA

Lem PVA sebagai lem perahu dan kapal? Beberapa dari Anda mungkin mengangkat alis dengan ide ini. Namun sebenarnya, lem PVA bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Ingat, dalam pembuatan kapal, bagian interior tidak boleh terendam air. Di bagian inilah para kru pekerja dan penumpang beristirahat atau bersantai (untuk kapal pesiar).

Supaya terlihat indah, bagian interior kapal seringkali didesain dengan parquet, dek, dan dinding kayu yang mahal. Dalam hal inilah lem putih PVA dapat diandalkan.

Kelebihan:

  1. Murah
  2. Ideal untuk interior kayu pada kapal termasuk pelapisan dinding kayu dan lantai decking
  3. Mudah digunakan

Kekurangan:

  1. Tidak tahan air. Jadi tidak bisa digunakan pada kayu-kayu yang terendam oleh air.
  2. Hanya bisa digunakan untuk kayu.

Rekomendasi: Supaya lebih tahan lama dan awet, gunakan lem PVA yang kualitasnya bagus seperti Crossbond. Crossbond telah teruji dalam industri mebel hingga konstruksi bangunan.

5. EVA

Penggunaan EVA sebagai lem kapal memiliki kebermanfaatan yang setara dengan lem PVA. Dalam hal ini, EVA juga bisa digunakan pada bagian interior.

Misalnya, untuk pelapisan dinding menggunakan HPL. Pemakaian HPL sebagai bahan coating dinding atau mebel perlu dukungan lem khusus. Lem kayu biasa tidak bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, dipakai lem EVA. Ethylene Vinyl Acetate mampu merekatkan bahan dengan sifat yang berbeda seperti kayu dan pelapis polimer plastik.

Kelebihan:

  1. Bisa merekatkan media beda karakter sehingga dapat diandalkan untuk finishing berbasis HPL

Kekurangan:

  1. Tidak tahan air. Jadi tidak bisa digunakan pada kayu-kayu yang terendam oleh air.
  2. Tidak bisa digunakan pada logam

Mana Lem Perahu dan Kapal yang Bagus Digunakan?

Semua jenis lem di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Penggunaannya pun harus diseleksi sesuai kebutuhan.

Misal, Anda membutuhkan lem untuk melapisi interior kapal dengan veneer. Untuk kebutuhan tersebut, Anda bisa mengandalkan lem PVA seperti Crossbond X4. Lem Crossbond X4 juga bisa digunakan untuk pemasangan lantai dek di kapal.

Beberapa dari Anda mungkin merasa enggan menggunakan adhesive PVA based untuk kebutuhan ini. Anda lebih tertarik menggunakan epoksi.

Padahal, pemakaian epoksi sebagai produk tunggal lem perahu dan kapal untuk kebutuhan yang bisa diganti dengan PVA hanya akan membuat Anda boros. Lagipula asalkan area perekatan itu tidak terendam air, penggunaan lem PVA ataupun EVA telah terbukti sangat berkualitas dan tahan lama.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here