Tips Memilih dan Menggunakan Kuas Lem yang Hemat dan Mudah Dibersihkan

    0
    304
    kuas lem

    Adakah kuas lem yang paling mudah dibersihkan dan tak cepat rusak? Ada 5 saran pemilihan dan penggunaan kuas yang bisa jadi referensi.

    Lem (en; adhesive) adalah sebuah produk pengikat berbentuk cairan. Produk ini digunakan pada hampir semua industri yang kita kenal mulai dari pembuatan kerajinan hingga konstruksi yang lebih rumit, misalnya pada rangka rumah kayu atau jembatan.

    Dalam pembuatan produk kayu seperti lemari dan kursi misalnya, mustahil tidak digunakan lem. Hanya saja, tak bisa dimungkiri bahwa bahan tersebut pun bisa mengalami kendala tersendiri saat aplikasinya.

    Contohnya dalam hal aplikasi, kayu bisa dipaku atau menggunakan skrup yang bisa didorong dengan bor, bagaimana dengan lem?

    Kebanyakan pengrajin kayu menggunakan kuas untuk mengaplikasikan lem. Beberapa pengrajin kayu juga ada yang menggunakan roller mini, meski tidak semasif pemakaian kuas.

    Sayangnya, memilih kuas untuk keperluan tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Tak sedikit yang jengkel karena mendapati kuasnya langsung rusak pasca aplikasi untuk pertama kali.

    Setidaknya terdapat 5 alternatif pemilihan atau cara menggunakan kuas yang bisa Anda ikuti saat sedang perlu merekatkan potongan kayu.

    Tips Memilih dan Menggunakan Kuas Lem yang Tepat

    1. Beli Kuas yang Paling Murah

    Harga kuas sangat bervariasi. Ada yang bisa dibeli dengan nominal di bawah Rp10.000, namun ada juga yang harganya ratusan ribu rupiah. Kualitas, brand, hingga jenis bahan yang digunakan mempengaruhi harga produk terkait.

    Untuk aplikasi lem, banyak woodworker professional yang cuek dengan jenis kuas yang mereka pakai. Sebab, mereka lebih senang menggunakannya untuk kali itu saja. Atau dengan kata lain, pasca digunakan untuk sebuah proyek, mereka langsung membuangnya.

    Para tipe woodworker seperti ini umumnya mencari kuas-kuas yang murah. Dengan cara itu mereka tak pusing memikirkan kuas yang bagus, namun juga tidak membuang-buang uang.

    2. Kuas Bulu Sintetis

    Bahan sintetis seperti polyester memiliki performa yang cukup baik digunakan untuk membantu proses aplikasi lem. Dibanding bahan natural, bahan sintetis tidak membentuk ikatan kuat dengan lem yang dipakai.

    Bulu sintetis pun paling ideal digunakan untuk lem PVAc seperti lem Crossbond. Seperti yang kita ketahui, Crossbond adalah lem yang biasa digunakan untuk pembuatan furniture dan kerajinan kayu.

    Dalam aplikasinya, lem seperti Crossbond perlu diterapkan dengan alat khusus. Woodworker bisa menggunakan roller ataupun kuas berbahan polyester dan material sintetis lainnya.

    3. Gunakan Kuas Lem Silicone

    Kuas silicon cukup banyak tersedia di pasaran untuk kebutuhan non industri. Kuas seperti ini sering dipakai untuk memasak dan merias diri. Misalnya, untuk mengoleskan saus barbeque pada daging yang sedang dipanggang.

    Namun, silicon pun bahan yang ideal untuk kuas lem PVAc sepert Crosbond. Silicon cenderung lebih mudah dibersihkan dibanding bahan lainnya. Banyak woodworker yang memamerkan bagaimana mudahnya mengelupas lem kering yang menempel pada kuas jenis ini.

    Namun, karena tidak didesain untuk pengerjaan kayu, kuas ini mungkin tidak tersedia dalam ukuran yang Anda kehendaki. Kekuatannya pun kurang baik. Agar tidak salah beli, sebaiknya pastikan kuas yang Anda pilih diperuntukan pengerjaan bidang kayu.

    jenis kuas yang bisa digunakan untuk aplikasi lem
    Contoh kuas yang bisa digunakan untuk aplikasi lem pada media kayu

    4. Kuas Serat Bast

    Batang tanaman dibedakan dalam beberapa tipe jaringan. Salah satunya adalah jaringan floem yang berfungsi sebagai berkas pengangkut. Pada jaringan ini, bisa diambil serat bast sebagai bahan baku berbagai produk kuas.

    Bast sendiri memiliki sifat yang kuat dan berfungsi mengokohkan jaringan pengangkut. Tak mengherankan, ketika dipakai sebagai bahan kuas, hasilnya cenderung kaku dan keras.

    Meski demikian, kuas ini sangat cocok untuk beberapa jenis lem. Salah satunya adalah sebagai kuas lem holt melt yang dikenal multifungsi.

    Sayangnya, kuas ini belum populer di Indonesia, sehingga tak mudah untuk mendapatkannya baik untuk pembelian secara online ataupun offline.

    5. Kuas Apapun dan Air

    Berbeda dengan perekat keras seperti epoksi, beberapa jenis lem seperti lem water based (PVA) adalah lem yang sangat user friendly. Dalam hal noda pun, cara pembersihannya tidak sesulit yang dibayangkan.

    Anda sebetulnya bisa menggunakan beberapa jenis kuas dengan mudah. Supaya bekas lem tidak merekat permanen, segera masukkan alat tersebut ke ember air pasca digunakan.

    Letakkan ember air di dekat lokasi di mana Anda bekerja. Jadi, misal Anda sangat sibuk mengatur clamp dan lainnya, Anda masih dapat menyempatkan diri untuk memasukkan kuas itu ke ember.

    Tapi bagaimana bila lem yang digunakan bukan lem water based? Beberapa lem merupakan lem berbasis solvent sehingga cara ini tidak bisa diaplikasikan. Anda memang bisa mengganti air dengan solvent. Namun solvent mengandung senyawa membahayakan yang semestinya tidak dibiarkan terbuka dalam ember begitu saja.

    Mana Kuas Lem yang Paling Bagus?

    Lantas mana di antara berbagai kuas di atas yang sebaiknya dipilih? Apakah sebaiknya membeli kuas murah saja lalu digunakan sekali pakai? Atau mencari kuas silicon yang sangat mudah dibersihkan?

    Pada akhirnya semua tergantung keputusan Anda. Tiap woodworker memiliki style sendiri-sendiri. Bila Anda tak mau ribet, misalnya, tak masalah membeli kuas murah meriah untuk diganti terus-menerus. Namun, bila Anda cukup rapi dalam bekerja dan menjunjung efisiensi, pilihlah kuas lem yang tak mudah rusak dan bagus performanya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here