Mengenal Kayu Lapis, Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangannya

0
3
kayu lapis

Kayu lapis sering digunakan dalam pembuatan furnitur. Anda bisa menemukannya pada lemari, meja, rak, kabinet dapur, pintu furnitur, partisi, hingga pengganti dinding.

Material ini disukai karena tersedia dalam bentuk lembaran lebar dan mudah dikerjakan. Pengrajin tidak perlu menyambung banyak papan kayu solid untuk mendapatkan bidang yang luas.

promo produk finishing natural oil dan sanding sealer

Cukup potong lembaran sesuai ukuran, lalu rakit menjadi komponen yang dibutuhkan. Apalagi harganya yang jauh lebih murah dibanding kayu solid, ini membuatnya semakin digemari.

perawatan kayu alami natural oil

Namun, tentu dibalik keunggulan terdapat kekurangan. Terdapat beberapa kekurangan kayu lapis yang penting untuk dipahami.

Baca Juga : Mudah! Ini Dia Tutorial Mengelem Kayu Lapis 

Mengenal Kayu Lapis

Kayu lapis adalah papan kayu olahan yang dibuat dari beberapa lembar veneer kayu. Veneer merupakan lembaran kayu tipis yang diperoleh dari proses pengupasan atau penyayatan kayu.

Produsen menyusun lembaran veneer tersebut secara bertumpuk, menambahkan perekat di antara lapisan, kemudian mengepresnya hingga membentuk satu panel yang utuh. Material ini dikenal juga dengan istilah plywood.

Di Indonesia, orang sering menggunakan istilah tripleks dan multipleks. Tripleks biasanya merujuk pada panel yang lebih tipis yaitu seperti namanya "tri" yang artinya tiga lapis. Sedangkan multipleks sering dipakai untuk menyebut panel yang lebih tebal dan tersusun dari lebih banyak lapisan.

Kayu lapis berbeda dari MDF dan particle board. Plywood tersusun dari lembaran veneer kayu, sedangkan MDF dibuat dari serat kayu yang dipadatkan. Particle board menggunakan serpihan atau partikel kayu sebagai bahan utamanya.

Ketiganya memang sama-sama termasuk papan kayu olahan, tetapi struktur dan karakter penggunaannya berbeda.

Penyusun Kayu Lapis

kayu lapis

Bagian penyusun material ini dapat terlihat jelas dari sisi potongannya. Anda akan menemukan beberapa lapisan kayu tipis yang disusun menjadi satu bidang.

Secara sederhana, susunannya terdiri atas lapisan muka, lapisan inti, dan lapisan belakang.

Lapisan muka

Lapisan muka berada di bagian paling luar. Bagian ini biasanya menjadi sisi yang terlihat setelah furnitur selesai dibuat.

Kualitas lapisan muka sangat memengaruhi hasil finishing. Permukaan yang rata, bersih, dan minim cacat permukaan akan lebih mudah diberi cat maupun finishing transparan.

Jika ingin mempertahankan tampilan serat kayu, pilih panel dengan veneer muka yang rapi. Hindari permukaan dengan banyak retakan, lubang, atau tambalan yang terlalu mencolok.

Lapisan muka biasanya cukup tipis. Karena itu, jangan mengamplasnya terlalu dalam. Pengamplasan berlebihan dapat menembus veneer muka dan memperlihatkan lapisan di bawahnya.

Lapisan inti

Lapisan inti berada di bagian tengah panel. Bagian ini menentukan ketebalan, kestabilan, dan kerapatan material.

Inti yang baik mempunyai susunan lapisan yang rapat dan minim rongga. Sebaliknya, inti dengan banyak bagian kosong dapat menimbulkan masalah saat panel dipotong atau dipasangi sekrup.

Rongga pada inti terkadang baru terlihat setelah panel dibelah. Karena itu, pengrajin biasanya memeriksa sisi lembaran sebelum membeli.

Lapisan belakang

Lapisan belakang berada pada sisi yang berlawanan dengan lapisan muka. Kualitas tampilannya tidak selalu sebagus bagian depan, terutama pada panel yang hanya dirancang untuk memperlihatkan satu sisi.

Meski demikian, lapisan belakang tetap harus menempel dengan baik. Hindari panel yang bagian belakangnya menggelembung, pecah, atau mulai terangkat.

Arah serat pada setiap lapisan biasanya dibuat bersilang. Jika satu lapisan memiliki arah serat memanjang, lapisan berikutnya dipasang melintang. Susunan ini membantu membuat panel lebih merekat kuat dan tidak mudah terbelah hanya pada satu arah.

Fungsi dan Kegunaan Kayu Lapis

rak dari tripleks kayu lapis

Fungsi utama kayu lapis adalah menyediakan bidang kayu yang lebar, rata, dan praktis digunakan. Material ini bisa menggantikan susunan beberapa papan kayu solid pada pekerjaan tertentu.

Dalam pembuatan furnitur, panel ini sering digunakan untuk:

  • Badan dan sisi lemari
  • Pintu kabinet
  • Rak dan ambalan
  • Permukaan meja
  • Bagian belakang furnitur
  • Sekat dan partisi
  • Panel dekoratif
  • Kotak penyimpanan
  • Kerajinan kayu

Pengrajin juga sering memakainya sebagai media pelapisan. Permukaannya dapat diberi veneer dekoratif, HPL, atau bahan laminasi lain untuk mendapatkan tampilan dan karakter tertentu.

Pemakaiannya tetap harus disesuaikan dengan ketebalan dan kebutuhan konstruksi. Panel tipis mungkin cukup untuk bagian belakang lemari, tetapi kurang sesuai untuk ambalan panjang yang harus menahan beban.

Kelebihan Kayu Lapis

Penggunaan kayu lapis menawarkan beberapa kelebihan:

Tersedia dalam bidang lebar

Bentuk lembaran menjadi salah satu keunggulan utamanya. Pengrajin dapat membuat badan lemari, pintu kabinet, atau permukaan meja tanpa harus menyambungkan banyak papan kecil.

Pekerjaan menjadi lebih cepat dan sambungan pada bidang juga lebih sedikit.

Lebih stabil

Susunan serat yang bersilang membantu mengurangi perubahan bentuk. Setiap lapisan menahan gerakan lapisan lain sehingga panel lebih stabil daripada lembaran kayu yang seluruh seratnya bergerak ke satu arah.

Namun, material tetap dapat melengkung jika kualitasnya kurang baik atau disimpan dengan cara yang salah.

Mudah dipotong dan dibentuk

Material ini relatif mudah dikerjakan menggunakan gergaji dan alat pertukangan yang sesuai. Anda bisa memotongnya menjadi berbagai ukuran untuk kebutuhan furnitur maupun kerajinan.

Gunakan mata gergaji yang tajam agar sisi potongan tidak terlalu pecah.

Bisa diberi berbagai lapisan

Permukaannya dapat diberi cat, wood stain, HPL, veneer kayu, atau pelapis dekoratif lainnya. Pilihan tersebut membuat kayu lapis mudah disesuaikan dengan desain furnitur.

Untuk finishing transparan, kualitas lapisan muka harus benar-benar diperhatikan karena warna dan corak veneer akan tetap terlihat.

Penggunaan bahan lebih efisien

Satu lembar dapat dipotong menjadi beberapa komponen furnitur. Dengan perencanaan pola potong yang baik, pengrajin dapat mengurangi sisa bahan.

Kekurangan Kayu Lapis

perekatan kayu lapis

Selain memiliki banyak kelebihan, material ini juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.

Bagian tepi memperlihatkan lapisan

Sisi potongan akan memperlihatkan susunan veneer. Pada beberapa desain, tampilan tersebut dianggap kurang rapi sehingga perlu ditutup dengan edging, lis kayu, atau lapisan tambahan.

Lapisan muka dapat terkikis

Veneer bagian muka biasanya tipis. Pengamplasan yang terlalu kuat dapat menembus lapisan tersebut.

Setelah lapisan muka terkikis, bagian di bawahnya akan terlihat berbeda dan sulit disamarkan, terutama jika furnitur menggunakan finishing natural.

Kualitas inti tidak selalu sama

Panel murah terkadang memiliki banyak rongga pada bagian inti. Rongga tersebut dapat mengurangi kekuatan pada titik tertentu dan menyulitkan pemasangan sekrup. Periksa bagian tepi sebelum membeli.

Bisa mengalami pemisahan lapisan (terkelupas)

Lapisan veneer dapat terpisah jika kualitas lembaran atau proses produksinya kurang baik. Masalah ini juga dapat muncul ketika panel digunakan pada kondisi yang tidak sesuai, misalnya terus-menerus terkena air.

Pemisahan lapisan tersebut sering disebut delaminasi.

Tidak semua jenis cocok untuk area lembap

Panel yang digunakan untuk furnitur interior belum tentu tahan terhadap kondisi lembap. Air dapat masuk melalui sisi potongan dan memengaruhi ikatan antarlapisan.

Lem Kayu Crossbond X4 untuk Kayu Lapis

Kenapa Pakai Crossbond X4

Kayu lapis yang sudah jadi sering digunakan sebagai media dalam pekerjaan laminasi bidang lebar. Misalnya, pengrajin menempelkan veneer dekoratif pada permukaan plywood untuk menghasilkan tampilan serat kayu yang lebih menarik.

Untuk kebutuhan perekatan tersebut, Anda dapat menggunakan Crossbond X4. Lem kayu ini digunakan untuk perekatan laminasi bidang lebar, seperti merekatkan veneer pada permukaan kayu lapis atau panel kayu lainnya.

Oleskan lem secara merata pada bidang yang akan direkatkan. Setelah kedua permukaan disatukan, berikan tekanan secara merata agar lapisan menempel dengan baik dan tidak membentuk gelembung.

Crossbond X4 merupakan lem putih PVAC untuk laminasi bidang lebar dengan daya rekat kuat, cepat kering, dan tidak berbau tajam.

Hasil furnitur atau partisi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kayu lapis yang digunakan, tetapi juga oleh ketepatan memilih lem. Gunakan lem yang sesuai agar lapisan merekat kuat, rapi, dan tidak mudah terlepas.

promo produk white agent wa-250
perawatan kayu alami natural oil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here