Kayu meranti termasuk jenis kayu yang sering digunakan dalam industri furniture dan pengolahan kayu. Anda dapat menemukannya dalam bentuk papan solid hingga kayu lapis. Kayu ini memiliki tampilan yang cukup menarik, mudah dikerjakan, dan tersedia dalam beberapa tingkat kepadatan.
Namun, sebutan meranti tidak merujuk pada satu spesies saja. Nama tersebut mencakup kelompok kayu dari genus Shorea yang memiliki sifat berbeda. Itu sebabnya, warna, berat, kekuatan, tekstur, dan kestabilannya tidak selalu sama.
Untuk kebutuhan furniture, dua kelompok yang cukup dikenal adalah meranti merah dan meranti putih. Keduanya dapat digunakan sebagai bahan kayu solid maupun bahan baku plywood. Sebelum memilihnya, kenali dahulu karakter dan batas penggunaannya.
Mengenal Kayu Meranti
Kayu meranti berasal dari kelompok pohon famili Dipterocarpaceae yang banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu wilayah penghasilnya, terutama dari hutan di Kalimantan dan Sumatra.
Di pasar kayu, nama meranti sering dibedakan berdasarkan warna kayu terasnya. Ada meranti merah, meranti putih, dan kelompok lainnya. Artikel ini berfokus pada meranti merah dan putih karena keduanya banyak dibahas dalam penggunaan furniture dan kayu lapis.
Sejumlah jenis meranti memiliki tingkat kekuatan sedang. Meranti merah Shorea leprosula, misalnya, tercatat masuk kelas kuat III dalam penelitian tertentu. Kekuatan ini cukup memadai untuk berbagai komponen furniture dan konstruksi ringan.
Meski demikian, Anda tidak bisa menganggap semua meranti mempunyai kelas kuat yang sama. Spesies, umur pohon, kadar air, dan cacat tekstur kayu alami dapat memengaruhi kemampuan kayu dalam menahan beban.
Jenis Kayu Meranti yang Banyak Digunakan

1. Meranti Merah
Meranti merah memiliki warna kayu teras mulai dari merah muda, merah kecokelatan, sampai merah yang lebih gelap.
Salah satu kelebihan meranti merah terletak pada sifat pengerjaannya. Kayu ini relatif mudah dipotong, diketam, dibor, dibentuk, dan diamplas. Karakter tersebut memudahkan pengrajin saat membuat komponen furniture maupun lubang untuk sambungan dowel.
Walaupun mudah dikerjakan, hasil pemotongannya tidak selalu langsung sempurna. Serat berbulu, serat terangkat, atau sobekan kecil di sekitar lubang bor masih dapat muncul. Kondisi alat dan cara pemotongan ikut menentukan hasilnya.
2. Meranti Putih
Meranti putih memiliki warna yang lebih terang. Kayu yang baru dipotong dapat terlihat putih kekuningan, kemudian berubah menjadi kuning kecokelatan atau cokelat muda setelah terkena udara.
Dibandingkan meranti merah, meranti putih umumnya memiliki berat jenis lebih rendah. Bobotnya yang lebih ringan memudahkan pemindahan dan pengerjaan komponen. Namun, karakter tersebut juga membuat pemilihannya perlu disesuaikan dengan beban yang akan diterima furniture.
Meranti putih banyak dimanfaatkan untuk veneer dan kayu lapis. Kayu ini dapat dikupas menjadi lembaran tipis dengan permukaan yang cukup rapat dan seragam. Setelah melalui proses produksi yang tepat, veneer tersebut dapat menjadi lapisan muka maupun bagian penyusun plywood.
Karakter Kayu Meranti untuk Furniture
Karakter kayu tidak hanya terlihat dari warna dan pola seratnya. Pengrajin juga perlu memperhatikan kepadatan, penyusutan, kekuatan, dan kondisi papan.
Mudah dikerjakan
Meranti juga tergolong mudah dikerjakan dengan alat tangan maupun mesin. Anda dapat memotongnya menjadi komponen, membuat profil, mengebor lubang sambungan, dan menghaluskan permukaannya. Sifat pengerjaan ini menjadi salah satu alasan kayu meranti untuk furniture cukup banyak dipilih.
2. Perhatikan kadar air kayu
Perubahan kadar air tetap perlu diperhatikan. Kayu dapat menyusut ketika mengering dan mengembang saat kembali menyerap kelembapan.
Karena itu, gunakan kayu yang sudah melalui proses pengeringan dengan baik. Papan yang masih terlalu basah dapat berubah ukuran setelah dirakit. Sambungan bisa bergeser, permukaan meja dapat melengkung, atau celah muncul pada bagian tertentu.
3. Perhatikan kerusakan kayu
Periksa juga arah serat dan cacat alami sebelum memotong papan. Mata kayu, retak, pecah, serta serat yang terlalu miring dapat menurunkan kekuatan komponen. Tempatkan bagian yang paling baik pada area furniture yang menerima beban lebih besar.
Kegunaan Kayu Meranti
Kegunaan kayu meranti cukup luas dalam industri pengolahan kayu. Material ini dapat digunakan untuk:
- meja dan kursi
- lemari serta kabinet
- rak kayu
- pintu dan kusen
- rangka furniture
- panel interior
- kayu lapis
Kayu meranti dapat dipakai sebagai papan solid untuk membuat komponen furniture. Pengrajin juga mengolahnya menjadi veneer tipis untuk melapisi permukaan kayu olahan.
Industri plywood menggunakan meranti karena beberapa jenisnya dapat dikupas dengan baik dan memiliki sifat perekatan yang mendukung. Namun, kualitas setiap log tetap harus diperiksa. Retak, lubang serangga, pecah ujung, atau bagian tengah yang rapuh dapat menurunkan hasil veneer.
Untuk furniture berbeban berat, jangan hanya melihat nama kayunya. Perhatikan ketebalan komponen, kualitas sambungan, dan desain konstruksinya. Meranti dengan kekuatan sedang tetap membutuhkan rancangan yang tepat agar furniture tidak mudah goyah.
Kelebihan Kayu Meranti
Berikut beberapa kelebihan kayu meranti yang relevan untuk pembuatan furniture.
Mudah Dikerjakan
Kayu meranti relatif mudah dipotong, diketam, dibor, dibentuk, dan diamplas. Pengrajin dapat membuat berbagai ukuran komponen tanpa menghadapi material yang terlalu keras.
Dapat Digunakan sebagai Kayu Solid atau Kayu Lapis
Meranti dapat diolah menjadi papan solid, veneer, dan plywood. Pilihan bentuk material ini membuat penggunaannya cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan produksi.
Memiliki Tampilan Serat yang Menarik
Meranti merah menawarkan warna hangat, sedangkan meranti putih memberikan tampilan yang lebih terang. Keduanya dapat memperlihatkan pola serat yang menarik setelah melalui proses penghalusan dan finishing.
Mendukung Pembuatan Sambungan Furniture
Sifat pengerjaannya memudahkan pembuatan lubang dowel, pasak, maupun sambungan mortise and tenon. Ketepatan pemotongan tetap penting agar setiap komponen dapat bertemu dengan baik.
Kekurangan Kayu Meranti
Kayu meranti juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.
Mutunya Tidak Selalu Seragam
Kelompok meranti mencakup banyak spesies. Akibatnya, berat jenis, kekuatan, warna, dan kestabilan dimensinya dapat berbeda. Periksa papan secara langsung sebelum menggunakannya.
Dapat Mengalami Perubahan Dimensi
Kayu yang belum cukup kering dapat menyusut atau berubah bentuk. Kondisi ini berisiko mengganggu ketepatan sambungan dan kerataan furniture.
Beberapa Jenis Kurang Awet untuk Outdoor
Meranti termasuk kelas awet III jadi tetap rentan terserang jamur dan rayap. Jika dipasang di area luar, kayu membutuhkan perlindungan yang sesuai terhadap air, cuaca, jamur, dan serangga perusak.
Memilih Lem untuk Furniture Kayu Meranti
Pembuatan furniture meranti biasanya melibatkan sambungan konstruksi atau pekerjaan laminasi. Keduanya membutuhkan jenis lem yang berbeda.

Untuk sambungan konstruksi, gunakan lem kayu Crossbond X3. Produk ini cocok untuk perekatan sambungan pasak, dowel, atau mortise dan tenon pada rangka meja, kursi, lemari, dan kabinet.

Sementara itu, gunakan Crossbond X4 untuk laminasi bidang datar dengan bidang datar. Contohnya meliputi laminasi permukaan meja, pembuatan panel kayu, penyatuan papan menjadi bidang yang lebih lebar, serta perekatan veneer.
Pemilihan lem berdasarkan jenis kebutuhan akan menghasilkan perekatan yang lebih sesuai dan kuat. Crossbond X3 berfungsi untuk sambungan konstruksi, sedangkan Crossbond X4 ditujukan untuk perekatan laminasi.
Kenali Karakternya Sebelum Digunakan
Kayu meranti banyak digunakan dalam bentuk kayu solid maupun kayu lapis. Banyak orang memakai kayu meranti untuk pembuatan mebel atau furniture. Namun, pastikan menggunakan jenis lem yang sesuai supaya hasil furniture kokoh dan awet. Pilih Crossbond X3 untuk sambungan konstruksi dan Crossbond X4 untuk laminasi bidang datar.
Rekomendasi Untuk Anda
- Kayu Oak untuk Furniture, Kenali Jenis, Kelebihan, dan Lem yang Tepat
- Yuk, Kenali 4 Jenis Furniture ini
- Kenali Jenis Lem Kayu, dari Aibon hingga PVAc
- Cerdas Membeli, Kenali Jenis Lantai Kayu Berdasarkan Kayunya
- Mengenal Jenis-jenis Furniture dan Adhesive Terbaik untuk Pembuatannya
- Mengenal Jenis Lem Kayu untuk Furniture
Pilihan Menarik Lainnya
- Ayo Belajar Membuat Furniture Sendiri Bersama Crossbond
- Apa sih Perbedaan Parket dan Decking?
- Mengenal Aneka Jenis Furniture Kantor dan Lem Terbaik untuk Membuatnya
- Serba-serbi Burl Furniture atau Furniture Bisul yang Unik
- All About Furniture Minimalis dari Model sampai Tips Membuatnya
- Pilihan Tepat Merk Lem untuk Kayu Triplek ya Crossbond Jawabannya!
- Lem Laminasi yang Tahan Lama untuk Garden Furniture Lebih Awet!
- Mengenal Veneer Kayu Mahoni dari Harga sampai Lemnya
- Pastikan Anak Sehat dengan Kid Furniture yang Aman dan Ramah Lingkungan
- Informasi Terbaru Harga Triplek Tahun 2021 dan Lem yang Kami Sarankan
- Make Over Furniture Lama dengan Finishing Patina dan Crossbond
- 10 Ide Furniture dengan Lem untuk Laminasi Furniture Kayu Pallet Crossbond X4



















