Lem untuk Wallpaper Ramah Lingkungan agar Bumi Terus Hijau

0
1593
gambar-wallpaper-hutan

Bayangkan Anda menggunakan wallpaper dengan gambar pepohonan karena Anda mencintai suasana hutan. Bukankah ironis bila untuk memasangnya Anda tidak menggunakan lem untuk wallpaper ramah lingkungan?

gambar-wallpaper-hutanSecara simultan, kerusakan alam terus-menerus terjadi. Perkembangan teknologi bukannya membuat alam semakin terjaga namun justru semakin rusak. Siapa yang bertanggung jawab atas masalah ini? Jawabannya tentu semua penghuni bumi.

Fenomena global warming seakan menjadi warning bagi semua orang. Mulai dari fenomena ini, lahirlah berbagai produk yang diklaim “green” atau ramah lingkungan. Produk-produk green pun mulai banyak disukai masyarakat dengan kesadaran yang kian meningkat. Perkembangan ini bila dijaga tentu akan berdampak baik bagi alam sekitar.

Sebagai warga biasa kita pun bisa ikut berkontribusi menekan laju kerusakan alam. Contohnya dengan hanya menggunakan barang-barang yang tidak memiliki efek buruk terhadap alam. Salah satunya adalah lem untuk wallpaper. Bukankah sangat ironis bila kita memasang wallpaper gambar pemandangan alam tapi menggunakan lem yang membahayakan alam itu sendiri?

Banyak Lem Mengandung Zat Toksik

CS Lem Kayu

Waspadalah. Banyak produk adhesive atau lem di pasaran yang tidak memiliki standar keamanan baik. Berbagai merek lem telah diselidiki mengandung zat-zat yang toksik bagi ekosistem. Secara umum, zat-zat tersebut bisa dibedakan menjadi:

VOC

VOC adalah singkatan dari Volatile Organic Compounds. Dalam Bahasa Indonesia, VOC bisa didefinisikan sebagai senyawa organik mudah menguap. Jenis senyawa ini akan menjadi gas bila dibiarkan terbuka pada sebuah ruangan. Ia akan menguap dari bahan lem dan mempolusi seluruh ruangan. Contoh senyawa VOC adalah xylena, toulena, benzena, dan formalin.

Logam Berat

Contohnya timbal. Timbal atau Pb tak jarang ditemukan pada jenis-jenis lem tertentu. Padahal, Pb bisa menyebabkan gangguan organ dalam.

Lem untuk Wallpaper Ramah Lingkungan Baik untuk Kesehatan

logo-bumi-lestari-green

Dengan memilih lem yang ramah lingkungan, kita juga bis menjaga kesehatan keluarga. Tahukah Anda bahwa kandungan toksik lem bisa menyebar sebagai polusi dalam bangunan? Fenomena ini sering disebut sebagai sick building syndrome. SBS sebagai singkatan dari peristiwa tersebut ditandai dengan gangguan kesehatan ringan, berat, hingga tidak optimalnya pertumbuhan fisik serta mental.

Fenomena SBS di negara-negara yang ketat regulasinya termasuk rendah. Di Indonesia sendiri di mana regulasi mengenai masalah keamanan masih longgar, jelas fenomena SBS sangat tinggi. Hanya saja, memang tidak banyak yang menaruh konsen pada masalah ini. Padahal, dampak SBS sangat mengerikan. Kita sendiri bisa melihat hasilnya dengan membandingkan kualitas hidup di negara maju dan di Indonesia.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here