Lem kayu tahan solvent menghasilkan sambungan yang tetap kokoh meskipun terkena pelarut kimia tertentu. Lem tidak melunak atau larut, sambungan pun tetap kuat.
Coba ingat tahapan ketika Anda membuat sebuah furniture. Kayu dipotong, disambung, lalu direkatkan menggunakan lem. Setelah rangkanya kokoh, barulah furniture masuk ke tahap finishing.
Pada tahap inilah sambungan bisa bersentuhan dengan thinner atau pelarut dari bahan finishing. Bila lapisan lem tidak kuat terhadap solvent, sambungan yang awalnya kokoh bisa menurun kekuatannya.
Solvent yang dimaksud bisa berupa:
Baca Juga : Harga Lem Kayu Kecil untuk Kerajinan dan Sambungan Furniture
- Thinner
- Alkohol
- Aseton
- Cairan pembersih berbahan kimia
- Pelarut cat
- Pelarut pada bahan finishing lainnya
Bukan Berarti Lemnya Berbahan Solvent
Istilah tahan solvent berbeda dengan lem berbasis solvent.
- Lem berbasis solvent menggunakan pelarut sebagai bagian dari formulasinya.
- Sementara itu, lem tahan solvent menunjukkan kemampuan lapisan lem yang sudah kering ketika terpapar pelarut kimia.
Jadi lem berbasis air seperti jenis PVAc pun bisa tahan solvent.
Kapan Lem Tahan Solvent Dibutuhkan?
Karakter lem kayu ini dibutuhkan untuk produk yang akan :
- Dilapisi cat atau finishing berbasis solvent.
- Dibersihkan menggunakan cairan kimia.
- Digunakan di lingkungan industri.
- Bersentuhan dengan minyak atau bahan pelarut. menjalani proses produksi yang melibatkan thinner.
Lem tahan solvent tidak mudah melunak, mengembang, larut, atau kehilangan daya rekat akibat kontak dengan solvent.
Gunakan Crossbond X3 untuk Sambungan Kayu
Apakah Anda sedang mencari lem untuk konstruksi furniture yang tahan solvent? Gunakan Crossbond X3 untuk kebutuhan tersebut.
Crossbond X3 merupakan lem kayu single component berbahan dasar PVAc yang telah dimodifikasi dengan inner cross linker. Produk ini punya beberapa keunggulan seperti daya rekat kuat serta ketahanan terhadap air, panas dan solvent.
Jadi, Crossbond X3 bukan lem PVAc biasa. Modifikasi pada formulasinya menghasilkan lapisan lem yang lebih stabil setelah mengering. Teknologi cross-linking memang digunakan pada perekat PVAc untuk meningkatkan sifat akhir dibandingkan PVAc yang tidak dimodifikasi.
Crossbond X3 dapat digunakan untuk menyambung konstruksi kayu, bambu, dan berbagai material kayu lainnya.
Aplikasikan lem pada permukaan yang bersih dan kering. Oleskan secara merata, lalu tempelkan dan tunggu sampai kering. Jika tersedia, gunakan clamp agar posisi sambungan tidak berubah. Setelah lem mengering baru bisa masuk proses finishing.
Dengan pemilihan lem dan proses aplikasi yang benar, Anda bisa mendapatkan hasil sambungan lem kayu tahan solvent yang tetap kokoh saat furniture diberi bahan finishing.
Gunakan Crossbond X3 untuk membuat sambungan konstruksi kayu yang kuat.
Rekomendasi Untuk Anda
- FAQ Lengkap Mengenal Finishing Rustic Apa itu Finishing Rustic?
- 7 Cara agar Lem Kayu Cepat Kering dan Tetap Kuat
- Harga Lem Kayu untuk Finger Joint Crossbond yang Berkualitas Tetap Murah!
- Jual Lem untuk Interior Kayu Murah Meriah namun Tetap Berkualitas!
- Kelembaban dan Lem Kayu: Bagaimana Menjaga Kualitas Rekatan Tetap Optimal?
- 7 Cara Penyimpanan Lem Kayu agar Tetap Awet dan Berkualitas Tinggi
Pilihan Menarik Lainnya
- Mari Mengenal Berbagi Jenis Sambungan Kayu dalam Dunia Perkayuan
- Tips Mudah Membersihkan Sisa Lem Kayu Sebelum Finishing
- Cara Memasang Pasak Kayu agar Sambungan Furnitur Kuat dan Tidak Longgar
- Trik Jitu Memperbaiki Sambungan Kayu yang Lepas Agar Kuat dan Awet
- Memilih Lem Kayu Tahan Uji Cuaca Terbaik untuk Konstruksi Luar Ruangan
- 5 Cara Mudah Membuat Furniture dengan Finishing Natural dan Food Grade
- Apa Itu Pasak Kayu? Kenali Fungsi dan Cara Pakainya
- Dowel Kayu atau Sekrup, Mana yang Lebih Kuat untuk Furnitur?
- Lem Pengganti Paku untuk Kayu agar Hasil Lebih Rapi
- Cara Lengkap Membuat Furniture dengan Finishing Rustic
- Furnitur Outdoor Lebih Awet? Gunakan Lem Kayu Tahan Air dengan Cara Ini!
- Lem Kayu Tahan Benturan yang Kuat dan Tahan Lama untuk Proyek Anda




















