Menarik! Ini Dia Finishing Patina dan Adhesive Ideal untuk Mebel Anda

0
1348
aksen warna patina

Boleh saja tampilannya tua dan teroksidasi. Tapi jangan sampai mebel dengan finishing patina tidak memiliki kekokohan yang baik. Nah, pada artikel ini, kita akan sama-sama membahas mengenai tipe finishing tersebut sekaligus adhesive ideal yang bisa membuat furniture kokoh dan kuat.

Apa itu Finishing Patina?

Tahukah Anda bahwa warna patung liberty di Amerika berasal dari oksidasi bahan asli patung tersebut? Patung liberty sejatinya memiliki warna coklat perunggu, tetapi proses oksidasi menyebabkan warna patung menjadi kehijauan.

Baca Juga : lem speaker terbaik untuk menghasilkan suara yang bagus

Oksidasi atau pelapukan memang proses yang unik. Interaksi antara sebuah zat dengan zat lain mengakibatkan perubahan komposisi kimia yang berpengaruh pada substrat yang berinteraksi. Proses oksidasi sendiri terdiri dari berbagai varian, mulai dari oksidasi biologi hingga oksidasi karena oksigen.

Apabila Anda berjalan-jalan ke taman kota, cobalah untuk memperhatikan bangku-bangku taman yang sudah lama. Tak jarang berbagai bangku taman itu juga mengalami perubahan warna dan struktur kayu akibat proses oksidasi. Dari aspek kekokohan furniture, pelapukan atau oksidasi jelas merugikan. Tapi bagaimana dengan estetikanya? Kenyataannya banyak orang yang menganggap tampilan seperti ini adalah sesuatu yang indah.

Dalam industri woodworking, tampilan teroksidasi sering dinamakan sebagai tampilan patina. Jenisnya sendiri beragam, tergantung oksidasi yang dimaksud. Banyak segmen pasar furniture yang ternyata menggemari warna-warna patina. Tapi bagaimana cara mewujudkan warna seperti ini? Apakah perusahaan mebel harus disuruh menunggu mebelnya dibiarkan lapuk sendiri selama beberapa tahun? Jelas tidak bukan? Selain memakan waktu sangat lama, cara seperti itu juga akan merusak kekuatan dan kekokohan mebel. Oleh sebab itulah, diajukan solusi berupa aplikasi finishing patina.

Sama seperti rustic, whitewash, dan lainnya, tipe finishing seperti ini dilakukan dengan mencoba meniru tampilan kayu yang sudah lapuk. Tapi tentu saja kayu-kayu yang dipakai tidak lapuk. Para woodworker akan melakukan serangkaian tahapan finishing “non konvensional” demi menciptakan tampilan warna patina tersebut. Aplikasi wood stain, misalnya. Bila pada finishing yang biasa hanya diaplikasikan sekali dan satu jenis saja, tidak demikian dengan patina. Biasanya, digunakan beberapa wood stain hingga glaze yang bertujuan memperkaya warna sekaligus mewujudkan aksen lapuk yang menawan. Penasaran seperti apa saja contoh-contoh warna patina tersebut? Yuk, lanjutkan membbaca penjelasannya di bawah ini.

Contoh Varian Warna Patina

Bicara mengenai varian warna pada finishing patina sejatinya adalah hal yang sangat luas. Oleh sebab itu, di sini kami hanya akan memberikan beberapa contoh gambaran saja.

1. Teroksidasi Tahap Awal

Perhatikan warna yang tampak pada proses oksidasi tahap awal ini. Warna cat sejatinya masih kuat. Tetapi telah terjadi discoloration atau pemudaran warna meski hanya sedikit. Selain itu, juga terdapat tambahan warna baru dari jamur yang menempel dengan indikasi kehijauan. Aksen kehijauan ini sengaja ditambahkan oleh woodworker supaya aksen oksidasi lebih kuat.

walnut brown

2. Teroksidasi Kuat oleh Sinar Matahari

Pada tahap ini, warna kayu sudah jauh lebih memudar dibanding pada oksidasi tahap awal. Warna dibuat memudar untuk menunjukkan kayu terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Hasilnya, serat kayu tampak sangat tajam. Tetapi justru daya pikat furniture terlihat karena hal tersebut.

3. Teroksidasi Tahap Akhir

Pada tampilan ini, kayu terlihat sangat lama teroksidasi dan menampakkan tampilan yang lapuk. Serat kayu terlihat menarik dalam warna teroksidasi tersebut.

Cara Finishing Patina

Tertarik mencoba mengaplikasikan finishing patina? Mengapa tidak? Metode yang perlu dilakukan tidaklah sesulit yang dibayangkan. Apalagi bila Anda sudah lama berjibaku dengan proses pengecatan.

Langsung saja, sediakan alat dan bahan di bawah ini terlebih dahulu:

1. Amplas
2. Wood stain walnut brown
3. Sanding sealer
4. Wood stain black
5. Top coat death matt. Hindari menggunakan top coat atau clear coat dengan shine level tinggi. Matte masih bisa ditoleransi, selebihnya sebaiknya jangan dipilih.
6. Pengencer cat
7. Pemutih kayu WA 250
8. Kuas

Produk cat yang kami sarankan untuk kebutuhan ini adalah BioColours Sanding Sealer dan BioVarnish Walnut Brown serta Black. Ketiganya adalah cat water based, jadi pengencernya adalah air, bukan solvent.

Langkah-langkah Finishing Patina Dengan Biovarnish

1. Amplas dulu kayu. Pastikan permukaannya halus dan rata.
2. Aplikasikan pemutih kayu WA 250. Selanjutnya bilas kayu dengan detergen untuk menghilangkan sisa bahan.
3. Pastikan kayu bersih dan kering sebelum dimulai proses pengecatan. MC kayu ideal 15%.
4. Encerkan BioVarnish Walnut Brown. Gunakan perbandingan 1:5. Aplikasikan ke seluruh permukaan kayu. Biarkan mengering, lakukan pengamplasan.
5. Siapkan sanding sealer. Aplikasikan pengenceran dengan perbandingan 1 : 2.
6. Aplikasikan sanding sealer. Biarkan mengering, lakukan pengamplasan.
7. Siapkan BioVarnish Black. Aplikasikan dengan baik. Biarkan mengering, lakukan pengamplasan.
8. Siapkan BioColours Top Coat dengan tingkat kilau death matte (sangat tidak mengkilap). Biarkan mengering, lakukan pengamplasan.

Tidak sukar bukan ke delapan langkah di atas? Akan lebih mudah diaplikasikan apabila Anda menggunakan spraying gun. Akan tetapi bila Anda hanya memiliki kuas, maka kuas pun dapat digunakan. Pada intinya, terapkan lapis demi lapis proses finishing tersebut dengan hati-hati dan tepat.

walnut brown

Adhesive yang Cocok untuk Mebel Patina Anda

Seperti kalimat pembuka pada artikel ini, “boleh saja menampilkan tampilan teroksidasi pada mebel Anda, tapi jangan sampai kekokohan mebel pun juga sudah teroksidasi.” Kenyataannya, patina diaplikasikan karena kita menyukai tampilan seperti itu. Tetapi kita jelas tak akan menoleransi kerusakan yang sebetulnya terjadi pada proses pelapukan. Oksidasi atau pelapukan seperti yang kita tahu, tak hanya merusak warna saja, tapi juga merusak substrat kayu. Apabila dibiarkan, kekuatan dan kekokohan kayu akan menurun bahkan benar-benar hilang. Aplikasi finishing patina pasti selalu dilakukan pada kayu yang masih kuat oleh para woodworker. Untuk menunjang kekuatan ini, selain kualitas kayunya, perhatikan juga kualitas adhesive-nya.

Mengapa adhesive? Apabila cat berhubungan dengan estetika produk, lem berhubungan dengan kekuatan produk. Lem merupakan zat yang merekatkan sambungan-sambungan pada furniture. Kualitas adhesive yang Anda gunakan pasti akan menentukan kekuatan hingga kekokohan produk tersebut.

Di lemkayu.net, adhesive yang kami sarankan untuk mendukung furniture high end dengan tema patina adalah Crossbond. Dengan harga terjangkau, Crossbond menawarkan berbagai keunggulan mulai dari kekuatan yang baik, tahan lama, mudah digunakan, dan tidak menyebabkan glue line.

lem kayu untuk finger joint terbaik

Crossbond tersedia dalam dua varian, yakni Crossbond X3 dan Crossbond X4. Crossbond X3 bisa Anda gunakan untuk perekatan rangka mebel, sedangkan Crossbond X4 untuk laminasi.
Tertarik mendapatkan adhesive ini? Jangan segan dan ragu untuk menghubungi kami via kontak CS yang telah disediakan. Pesanan Anda akan segera diproses dengan cepat dan profesional. Anda juga bisa menghubungi kami untuk mendapatkan informasi seputar produk adhesive yang kami sediakan. Customer Service kami akan memberikan penjelasan yang informative dan jelas kepada Anda.

Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here