FAQ Meja Resepsionis: Informasi Lengkap dari Harga sampai Tips Membelinya

0
1995
meja resepsionis

Pengertian Meja Resepsionis

Apa itu meja resepsionis atau receptionist table? Dari istilahnya, meja ini bisa diartikamn sebagai meja untuk menjamu tamu yang datang, sebagaimana tugas resepsionis. Tapi artinya jelas lebih dari itu. Apalagi ketika yang dimaksud adalah meja kantor resepsionis, bukan sekedar meja di pesta pernikahan.

Meja kantor resepsionis tak sekedar meja untuk Customer Service, tapi juga meja yang merepresentasikan perusahaan. Meja ini biasa diletakkan di lobi depan dan akan menjadi spot ketika tamu ingin menanyakan berbagai hal terkait perusahaan atau lembaga tersebut. Dari segi tampilan, meja biasanya didesain semenarik mungkin dan dibuat dengan menambahkan simbol lembaga atau perusahaan.

Fungsi Meja

Meja ini digunakan untuk menjamu tamu. Karenanya, meja didesain dengan spesifik. Misalnya dengan membuatnya memiliki bagian muka dan bagian belakang. Agar lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini mengenai spesifitas meja.

Karakter atau Spesifitas Meja Resepsionis

1. memiliki bagian depan dan bagian belakang. Yang menghadap depan adalah yang menghadap tamu.
2. meja dibuat tinggi, kira-kira area pinggang dan dada resepsionis yang bertugas.
3. meja dilengkapi dengan beberapa bagian. Misalnya bagian untuk meletakkan bunga, telepon, papan yang cukup luas untuk menulis, dan laci untuk menyimpan berkas yang dititipkan.
4. meja biasanya dibuat semenarik mungkin karena menjadi representasi awal sebuah lembaga atau tempat usaha.
5. meja biasanya dibuat dengan ukuran besar memanjang agar memudahkan customer yang datang dan memiliki keperluan

Harga

CS Lem Kayu

Dari segi harga, meja ini memiliki varian nominal. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah ukuran meja, bahan yang dipakai untuk membuatnya, kelengkapan komponen meja, sampai desain yang diterapkan. Kadangkala, harga meja juga sangat dipengaruhi merk atau penjual produk. Bila Anda ingin mencari produk yang murah, barangkali Anda bisa mempertimbangkan membeli di toko mebel pinggir jalan saja. Anda juga bisa melakukan pemesanan dengan biaya lebih terjangkau daripada harus menghabiskan ongkos mahal membeli produk dari brand ternama, padahal kualitasnya tak begitu berbeda.

meja resepsionis (3)

Jenis Meja Resepsionis

Ada berbagai meja yang tergolong sebagai meja Customer Service atau resepsionis. Sebagaimana meja lainnya, kita bisa membaginya berdasarkan model, style desainnya, sampai bahannya. Mengenal jenis-jenis meja berdasarkan berbagai aspek tersebut akan membantu Anda mendapatkan produk yang paling tepat.

Berdasarkan Modelnya

Berdasarkan modelnya, sebetulnya ada banyak sekali jenis meja resepsionis. Sampai saat ini, misalnya, di pasaran banyak meja serupa dengan model:

1. meja sudut, yakni meja yang diletakkan di sudut ruangan. Bentuknya pun dibuat spesifik supaya cocok di letakkan di bagian sudut ruang.
2. theathre, yakni diletakkan di bagian tengah pada salah satu sisi ruangan. Jenis meja ini adalah yang paling banyak ditemukan.
Sedangkan bila kita lihat dari style design-nya, kita mengenai meja yang dibuat dengan gaya:
1. minimalis
2. modern
3. kontemporer
4. vintage
5. oriental
6. tradisional
7. beach style
8. dan masih banyak lagi style design yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Berdasarkan Bahannya

Seperti mebel lain pada umumnya, meja resepsionis pun bisa dibuat dengan berbagai material. Sering satu meja dibuat menggunakan beberapa tipe bahan sekaligus yang dipadukan. Namun bila kita lihat dari bahan utamanya saja, setidaknya ada 3 yang kerap dipakai, yaitu:

1. Kayu Solid

Yakni kayu-kayu langsung dari penebangan potong. Misalnya saja kayu pinus, kayu sengon atau albasia, kayu mahoni, kayu mangga, dan masih banyak lagi. Dari segi kualitasnya, secara umum meja dari kayu ini adalah yang terbaik dari segi estetika, kenyamanan, sampai kekokohannya. Hanya saja, harganya juga yang paling mahal. Apalagi bila kayu solid yang dimaksud adalah kayu solid kelas I seperti jati.

2. Kayu Olahan

Merupakan kayu dari pengolahan lebih lanjut kayu solid. Misalnya, serpihan sampah industri mebel yang tak terpakai. Serpih-serpih ini kemudian disatukan kembali dengan resin ataupun lem membentuk papan yang bisa dipakai lagi. Dibanding kayu solid, kayu olahan secara umum lebih murah. Tapi ada juga yang harganya lebih mahal bila dibuat dengan feature khusus.

3. Bahan Sintetis

Selain bahan kayu, bahan sintetis atau buatan juga bisa digunakan untuk membuat meja Customer Service. Misalnya saja aneka polimer plastik. Dibanding bahan lainnya, bahan ini kurang bisa memberikan kenyamanan dan dari estetika cenderung kurang menarik.

Membuat Meja Resepsionis

Membuat sendiri meja seperti ini? Mengapa tidak? Industri mebel dalam negeri memang patut diapresiasi karena berhasil menciptakan berbagai produk menarik. Akan tetapi, di level menengah ke bawah, banyak usaha mebel yang stagnan dengan berbagai produknya. Banyak juga usaha menengah yang akan menanjak ke level lebih tinggi terkendala karena produknya itu-itu saja. Produk-produk yang dibuat hanya berkisar pada meja makan, meja ruang tamu, sofa, dan sejenisnya.

Dilihat dari prospeknya, meja resepsionis sangat prospektif karena banyak perusahaan yang membutuhkan produk tersebut. Jadi bagi Anda yang ingin berkembang atau ingin membuat usaha mebel yang beda dari yang lain, produk ini bisa menjadi pemecah stagnansi tersebut.
Tingkat kesulitan pembuatannya pun tak sesulit yang dikira orang. Bila Anda punya keterampilan dasar membuat furniture, maka meja ini taka aka sulit untuk Anda wujudkan. Anda hanya harus memperhatikan spesifitas meja tersebut. Selain itu, perhatikan juga bahan yang dipakai termasuk bahan perekatnya.

Lem yang Tepat untuk Membuat Meja Resepsionis

Bahan perekat, seperti dijelaskan di atas, harus diperhatikan saat kita hendak membuat meja Customer Service. Apalagi pada meja yang dibuat dengan kayu olahan dan difinish dengan finishing tempel. Lem yang dipakai harus mampu merekatkan pelapis dengan permukaan media kayu olahan. Sayangnya, mencari lem seperti ini tergolong tricky. Pasalnya, karakter pelapis bisa jadi berbeda dengan kayu olahan. Apalagi pelapis sintetis seperti HPL atau high pressure laminate. Selain harus cocok, tentunya lem juga harus memiliki daya rekat yang baik, ketahanan maksima, tidak menyebabkan lapisan film tebal, dan berbagai kualitas penting lainnya.

Dari berbagai lem yang ada, adhesive yang kami sarankan adalah Eva Phaethon. Ethylene vinyl acetate based glue ini merupakan lem yang didesain untuk merekatkan pelapis sintetis dengan kayu olahan. Lem ini juga memiliki karakter yang sangat kuat, tidak mudah rusak, tahan kelembaban, Selain itu, adhesive tersebut juga memiliki feature yang membuatnya lebih hemat ketika digunakan. Eva Phaethon:

1. memiliki cover area yang luas
2. memiliki solid content tinggi
3. daya rekat kuat, tak perlu digunakan banyak-banyak
4. harganya secara nominal memang sangat terjangkau

Lem ini juga tidak menimbulkan lapisan film yang tebal. Feature seperti ini sangat penting pada semua lem yang dibutuhkan untuk perekatan laminasi atau pelapisan.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here