Cottage: Sensasi Gubuk Rekreatif yang Asri

0
1230
cottage

Apa itu cottage? Secara umum, istilah tersebut merujuk ke bangunan yang tingginya 1 atau 1 setengah lantai saja. Meskipun istilah ini tergolong awam, namun sebenarnya masyarakat sudah sejak lama mengenal bangunan tersebut. Hanya saja, istilah yang digunakan kerap kali berbeda. Ciri khas bangunan ini sendiri biasanya ditandai dengan ukurannya yang kecil, arsitektur yang menarik, dan memiliki kesan tradisional.

cottage

Asal kata cottage bermula dari Bahasa Inggris pada abad ke-13 dan kemungkinan besar berasal dari istilah dalam bahasa Jerman serta Perancis lama. Namun bisa juga berasal dari kata yang dimaksudkan untuk menunjukkan bangunan bagi para budak di abad pertengahan. Yang jelas, istilah ini bermula pada bangunan dengan ciri yang disebut di atas.

Kesan Lama dan Modern

Di Indonesia sendiri, cottage diartikan sebagai gubuk. Meski asosiasinya negatif, namun istilahnya dalam Bahasa Inggris sering digunakan untuk merujuk tipe bangunan rekreatif seperti bungalow.gubuk dulu

CS Lem Kayu

Hal ini pun berlaku di Eropa. “Gubuk” diasosiasikan dengan hunian kecil, gelap, dan tak menyenangkan. Kata tersebut juga terkonotasikan dengan kemiskinan dan perbudakan. Namun seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut mulai dilihat secara positif. Gubuk bagi orang Eropa kerap dikaitkan dengan keberuntungan dan dimanfaatkan sebagai hunian untuk rekreasi di waktu-waktu tertentu.

Hari ini, sebuah bangunan bisa disebut cottage apabila memiliki ukuran kecil, berada di wilayah pedesaan, hanya terdiri dari satu atau satu setengah lantai saja, dan secara umum terbuat dari bahan-bahan tradisional seperti kayu. Di Indonesia, gubuk juga kerap memanfaatkan material organik non kayu seperti bambu dan atap daun tebu/batang padi.

Dengan penggunaannya sebagai bangunan rekreatif, kini masyarakat mengasosiasikan istilah ini justru dengan kenyamanan, keasrian tinggal di rumah pedesaan, dan kesederhanaan yang menyenangkan. Teknik pembuatannya pun jelas lebih baik dibanding zaman dulu kala. Misalnya terkait dengan penggunaan bahan-bahan pendukungnya seperti lem. Hal ini pun sudah menjadi tuntutan akan bangunan yang lebih kuat dan kokoh. Aspek ini jelas wajib diperhatikan terutama untuk bangunan yang diperuntukkan sebagai sumber profit.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here