Mengenal Dua Jenis Lem HPL dan Keunggulannya

0
638

Dari pelarutnya, terdapat setidaknya dua jenis lem HPL. Apa beda kedua adhesive tersebut? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Pembaca lemkayu.net, pasti sering menemukan artikel di mana kami merekomendasikan pemakaian lem laminasi seperti Crossbond X4. Lem ini menjadi andalan untuk berbagai kebutuhan perekatan yang bersifat pelapisan. Misalnya saja untuk pembuatan tripleks maupun untuk pemasangan veneer. Akan tetapi, untuk aplikasi pemasangan HPL, Crossbond X4 tidak direkomendasikan. Lem yang kami rekomendasikan adalah Eva Phaethon.

Mengapa Eva Phaethon dan bukan Crossbond X4? Padahal kan perekatan HPL mirip dengan veneer?

CS Lem Kayu

Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu diketahui dulu bahwa tiap adhesive punya formulasinya sendiri-sendiri. Crossbond X4 adalah lem berbasis PVAc. Tipe lem PVAc atau polyvinyl acetate adalah lem yang cocok untuk perekatan media kaya selulosa. Namun Crossbond X4 tidak didesain untuk perekatan pelapis seperti HPL. Sebab berbeda dengan veneer yang terbuat dari kayu, HPL adalah bahan sintetis.

Untuk kebutuhan perekatan bahan sintetis itulah kita bisa mengandalkan Eva Phaethon. Jenis lem HPL ini berbahan dasar EVA atau ethylene vinyl acetate. Lem ini menjadi rekomendasi kami untuk perekatan meda beda karakter. Sebab, HPL banyak digunakan pada kayu-kayu olahan. Sifat HPL yang beda karakternya dengan kayu olahan jelas harus direkatkan secara khusus, salah satunya dengan adhesive ini.

Tapi apakah Eva Phaethon adalah satu-satunya jenis lem untuk high pressure laminate di pasaran? Jawabannya tidak.

Mengenal Jenis Lem HPL Solvent Based

Solvent based adhesive merupakan salah satu lem tertua yang digunakan oleh manusia. Hingga hari ini pun, lem berbasis solvent masih banyak digunakan dan salah satunya untuk kebutuhan perekatan HPL. Sebagaimana telah banyak disinggung sebelumnya, perekatan HPL adalah perekatan media beda karakter. Tipe perekatan seperti ini tergolong kompleks. Dari berbagai solvent based glue pun tidak semuanya bisa digunakan untuk merekatkan HPL.

Bila dilihat dari hasilnya, perekatan HPL menggunakan solvent based glue memberikan hasil relatif baik. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan lem berbasis air Eva Phaethon, kami masih merekomendasikan adhesive tersebut.

Jenis Lem HPL EVA Phaethon yang Lebih Unggul

Dari segi kualitas hingga ketahanannya, Eva Phaethon menunjukkan hasil perekatan yang lebih baik dibanding perekatan menggunakan lem berbasis solvent based. Hal ini sangat wajar mengingat Eva Phaethon adalah lem laminasi modern yang dibuat khusus untuk kebutuhan perekatan tersebut.

Meskipun merupakan lem berbasis air, Eva Phaethon justru sangat tahan terhadap air setelah substratnya mengering. Lem ini pun juga memiliki sifat anti jamur yang akan menjaga kondisi media kayu olahan yang biasanya dilapisi HPL. Lem ini tahan solvent dan suhu panas. Sangat menarik bukan?

jenis lem hpl

Unggul dalam Hal Keamanan

Selain masalah kualitas kekuatan dan ketahanan pada air, kelebihan lain lem water based Eva Phaethon adalah keamanannya. Aspek ini sama sekali tak bisa dilawan oleh solvent based glue. Jenis lem HPL solvent based secara alami mengandung senyawa-senyawa VOC dalam formulasi maupun pelarutnya. VOC atau Volatile Organic Compounds sendiri terkenal sebagai zat karsinogenik berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan hingga resiko kanker.

Sangat berbeda dengan solvent based glue, water based glue seperti Eva Phaethon memiliki tingkat keamanan yang sangat baik. Aplikasi jenis lem HPL ini pun bisa diterapkan untuk produk yang dekat dengan aktivitas makan. Misalnya saja untuk membuat meja makan hingga untuk pemasangan interior wall panelling.

CS Lem Kayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here