Lebih Mudah, Yuk Gunakan Lem untuk Memasang HPL ini

0
442

HPL atau High Pressure Laminate banyak digunakan untuk berbagai kayu olahan. Pelapis sintetis ini bagaimanapun juga mampu membuat kayu olahan lebih menawan sekaligus terlindungi. Sayangnya cara aplikasi HPL tak semudah yang dibayangkan. Jadi pastikanlah untuk selalu memanfaatkan lem untuk memasang HPL yang berkualitas, supaya pengerjaan material ini tak jadi makin sulit.

Kayu Olahan dan High Pressure Laminate

Beli Cat Duco

Pastinya Anda sudah terbiasa dengan kayu-kayu seperti tripleks bukan? Coba bandingkan kayu seperti tripleks dengan kayu yang baru ditebang. Tentu terdapat perbedaan yang bisa kita tunjukkan. Yang satu merupakan kayu yang masih memiliki struktur asli atau alami, sedangkan satunya lagi merupakan kayu yang sudah diolah. Nah, kayu yang sduah diolah inilah yang disebut sebagai kayu olahan atau engineered wood.

Dalam bidang pengolahan kayu, kayu olahan merupakan salah satu material alternative yang banyak digunakan untuk menggantikan kayu solid. Material ini dinilai menjadi opsi yang lebih murah serta lebih mudah untuk didapatkan. Akan tetapi, bukan berarti kayu olahan tak punya kelemahan. Secara umum kayu-kayu seperti ini kurang menarik serta tidak punya ketahanan yang baik. Oleh sebab itulah, dalam pemakaiannya, engineered wood biasanya difinish menggunakan pelapis seperti HPL.

HPL seperti yang sudah sangat sering kita bahas adalah pelapis yang wujudnya berbentuk lembaran tipis yang memiliki fungsi perlindungan sekaligus estetika. Pelapis ini mampu memproteksi kayu olahan dari berbagai faktor perusak sekaligus membuatnya lebih menawan. Dengan HPL kita juga bisa mengatasi masalah aplikasi cat pada engineered wood yang memang sulit dilakukan. Pasalnya dengan porositas atau daya serap yang besar, cat cenderung banyak meresap ke dalam substrat kayu olahan yang berakibat pada hasil finishing tak maksimal.

Apa sajakah tipe atau jenis kayu olahan yang biasanya mengandalkan pelapis seperti HPL? Ini dia beberapa di antaranya.

Kayu Lapis atau Plywood

Plywood atau dalam bahasa Indonesia disebut kayu lapis merupakan kayu olahan yang juga sering disebut dengan nama tripleks dan mutipleks. Kayu lapis biasanya dibuat dari beberapa lembaran veneer yang kemudian ditempelkan satu sama lain dengan posisi saling menindih. Pada proses pembuatan kayu lapis ini, biasanya kondisinya juga diatur dalam level tekanan tinggi. Tebal multipleks sendiri sangat bervariasi mulai dari 3 mm hingga 18 mm. Sedangkan ukuran standarnya ialah 122 x 244 cm.

Bila kita bandingkan dengan engineered wood yang lain, kayu lapis adalah salah satu yang paling banyak dipakai di berbagai kehidupan sehari-hari. Kita bisa menemukan kayu lapis dengan mudah pada aneka produk furniture seperti pada kitchen set, kursi, bangku, meja, buffet, serta tempat tidur. Dan disebabkan permukaannya yang polos dan tak berserat kadang perlu diberi pelapis tambahan. HPL menjadi pelapis yang sangat ideal untuk material ini.

Blockboard

Apa itu blockboard? Nama ini memang awam di telinga orang Indonesia. Blockboard sendiri pada dasarnya adalah kayu olahan yang terbuat dari potongan kayu berbentuk kotak dan berukuran kecil-kecil. Potongan ini dipadatkan dalam sebuah mesin serta diberi pelapis veneer. Hasilnya adalah lembaran yang menyerupai papan. Blockboard memiliki ketebalan antara 12 mm, 15 mm, hingga18 mm. Adapun, ukuran standarnya ialah 122 x 244 cm. Pemanfaatan kayu olahan ini biasanya bisa ditemukan pada produk seperti rak, kabinet, meja, hingga kitchen set.

Fibreboard (MDF dan HDF)

Fiberboard terdiri atas MDF atau Medium Density Fibreboard serta HDF atau High Density Fiberboard. Keduanya adalah kayu olahan yang terbuat dari bahan serbuk kayu halus yang selanjutnya dicampur dengan bahan kimia resin. Bahan ini disatukan lalu dipadatkan dalam sebuah proses bersuhu dan bertekanan tinggi. Umumnya serbuk kayu yang dipakai ini dalam pembuatan fibreboard ini berasal dari sisa-sisa perkebunan. Tak heran bila bahan ini kerap disebut sebagai pilihan pengganti kayu yang eco friendly.

Bila dibandingkan dengan MDF, HDF memiliki kepadatan dan kekokohan lebih baik. Sedangkan MDF sendiri memiliki beberapa sifat menarik. Salah satunya adalah fleksibilitas pemakaiannya. Di pasaran sendiri MDF banyak digunakan untuk furniture meja, almari, buffet, hingga meja belajar.

Particle Board

Particle board merupakan kayu olahan yang asalnya dari partikel sisa pengerjaan kayu. Contohnya saja partikel dari serbuk gergaji, potongan kayu berukuran kecil, hingga serpihan-serpihan. Berbagai partikel itu disatukan dengan bahan kimia resin dalam sebuah proses bertekanan tinggi. Setelah itu, bahan tersebut dikeringkan. Proses pengerjaan kayu olahan ini bisa dibilang hampir sama dengan MDF. Meski demikian, secara umum kualitas MDF lebih baik dibandingkan particle board. Particle board memiliki permukaan lebih kasar dibanding MDF.

Selain itu, bila dibanding kayu olahan lainnya, kualitas particle board adalah yang paling buruk. Kayu olahan ini memiliki ketahanan terhadap air yang paling rendah. Jika bahan ini terpapar air, ikatannya akan hilang. Selain itu material ini pun juga kurang bisa menahan beban berat. Untungnya dengan kualitas buruknya itu, harga material ini adalah yang paling murah.

meja hpl

Dibutuhkannya Lem untuk Memasang HPL yang Bagus

Dalam pemanfaatan HPL sebagai pelapis untuk kayu olahan, mau tak mau kita pasti berurusan dengan adhesive yang digunakan. Adhesive jelas punya peran sentral karena menjadi agen pengikat HPL pada medianya. Lantas apa adhesive yang seharusnya dipilih? Untuk kualitas terbaik, kami menyarankan lem untuk memasang HPL, Eva Phaethon.

Eva Phaethon adalah lem yang didesain untuk perekatan beda karakter. Lem ini diformulasikan dengan basis ethylene vinyl acetate yang unggul dengan berbagai feature menarik berikut ini.

1. Sangat kuat dengan inner cross linker modifier
2. Memiliki ketahanan sangat baik dan tahan lama. Ketahanan ini didukung dengan sifat ikatan yang tak mudah rusak meski terpapar faktor seperti panas, air, maupun solvent. Dengan demikian kayu olahan akan selalu terproteksi dan terjaga keindahannya..
3. Sangat mudah digunakan karena merupakan lem single component. Keunggulan ini sangat menguntungkan karena cara aplikasi HPL tak segampang kelihatannya. Dengan lem untuk memasang HPL yang penggunaannya mudah ini, kerja Anda akan lebih terbantu.
4. Harga adhesive yang sangat terjangkau. Anda bisa membeli lem ini dengan Rp. 148.000,- saja per kemasan 4 kg.
5. Lem ini tidak menyebabkan cacat warna
6. Lem ini tidak menyebabkan lapisan film tebal.
7. Daya sebar adhesive luas
8. Lebih aman untuk digunakan

Yuk, Beli Lem untuk Memasang HPL Eva Phaethon

Untuk pengeleman HPL yang baik, yuk segera gunakan Eva Phaethon. Bagaimana cara mendapatkan lem untuk menempel HPL ini? Pilih salah satu dari 3 opsi pembelian di bawah ini.
1. Pembelian di toko online (online shop) atau marketpace seperti Tokopedia.
2. Pembelian secara online di website ini. Anda bisa langsung menyebutkan pesanan pada Customer Service kami. Hubungi saja nomor kontak yang disediakan pada website ini.
3. Pembelian secara konvensional atau langsung di kantor Bio Industries serta agennya. Anda bisa mengunjungi kami di kantor Yogyakarta, Jepara, Cirebon, dan berbagai kota lainnya di mana agen Eva Phaethon berada.

Demikian informasi lem untuk memasang HPL dan cara untuk memesannya. Semoga bermanfaat ya. Dapatkan terus informasi menarik seputar perekatan HPL di lemkayu.net.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here