Aneka Jenis Bahan Perekat untuk Konstruksi Kayu yang Harus Anda Tahu

0
295
sambungan konstruksi kayu mebel

Tak pelak lagi dibutuhkan bahan perekat yang bagus untuk tiap sambungan kayu. Yang jadi pertanyaan, apa jenis bahan perekat untuk konstruksi kayu yang bagus? Temukan jawabannya di bawah ini.


Pada hampir tiap pembuatan produk kayu, pasti dibutuhkan desain sambungan untuk merekatkan komponennya satu sama lain. Ada sambungan untuk memperpanjang produk, dan ada pula sambungan untuk membuat siku-siku atau sudut. Pada intinya, diperlukan perlakuan khusus supaya komponen produk kayu bisa bekerja dalam satu kesatuan. Dalam industri woodworking, untuk mendukung fungsi ini dibutuhkan yang namanya bahan perekat atau lem kayu tipe konstruksi. Istilah konstruksi merujuk pada penggunaan lem tersebut untuk membuat rangka (konstruksi rangka). Di pasaran sendiri, sudah terdapat banyak jenis lem kayu. Berikut ini pembagiannya.

Jenis Bahan Perekat untuk Konstruksi Kayu

Solvent Based

Beli Cat Duco

Lem solvent based banyak yang bisa digunakan untuk menyambungkan rangka produk. Nama solvent based sendiri berarti berbasis solvent. Lem seperti ini menggunakan formulasi dan pelarut dari solvent atau cairan-cairan minyak seperti thinner hingga spiritus.

Secara umum, lem solvent based memiliki kekuatan yang cukup baik. Lem ini juga akan membuat sambungan tak mudah berjamur. Namun solvent based glue memiliki tingkat keamanan sangat rendah. Lem seperti ini banyak mengandung zat-zat mudah menguap seperti volatile organic compounds yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, adhesive seperti ini juga bisa menyebabkan bau menyengat sehingga pemakaiannya pada industri craft atau kerajinan kurang ideal. Untuk ekspor pun, lem solvent based sebaiknya dihindari. Pasalnya, banyak negara tujuan ekspor yang sangat ketat terhadap tingkat keamanan produk yang masuk pasar negaranya.

Water Based

Water based glue adalah lem berbasis air. Jenis bahan perekat untuk konstruksi kayu seperti ini umumnya didominasi lem polyvinyl acetate atau PVAc. PVAc sendiri merupakan zat sintetis yang ditemukan sejak akhir abad ke 18 di Eropa. Sejak saat itu, popularitas PVAc sebagai formulasi lem meningkat dengan pesat. Hingga kini, banyak perusahaan lem yang mengandalkan PVAc sebagai bahan dasar adhesive-nya.

Dibanding solvent based, lem water based memiliki tingkat kekuatan yang sama baiknya. Resistensinya pada jamur sendiri beragam. Ada beberapa lem PVAc water based yang dikenal kurang tahan jamur. Namun ada juga lem berbasis air PVAc yang memiliki resistensi pada jamur yang bagus karena diformulasikan dengan khusus. Misalnya saja lem Crossbond X3. Adhesive Crossbond X3 merupakan PVAc water based glue yang ditujukan untuk perekatan laminasi. Lem seperti ini didesain khusus sehingga meski memanfaatkan pelarut air, namun tidak mudah rusak gara-gara jamur.

Keunggulan lain lem berbasis air dibanding lem berbasis solvent terletak pada tingkat keamanan hingga baunya yang tidak menyengat. Lem seperti ini biasanya lebih rendah tingkat toksisitasnya. Meski demikian, antar satu lem water based dengan yang lain tak bisa disamakan begitu saja.

Mana Jenis Bahan Perekat untuk Konstruksi Kayu yang Harusnya Dipilih?

Lem untuk Konstruksi Kayu Jati

Lantas mana adhesive yang ideal dipilih? Berdasarkan penjelasan di atas, lemkayu.net merekomendasikan lem berbasis air untuk kebutuhan konstruksi Anda, baik itu untuk pembuatan mebel, kerajinan, maupun konstruksi. Sebab selain sudah kuat dan tahan jamur, lem konstruksi berbasis air juga jauh lebih aman dan tidak menyebabkan bau dibanding lem berbasis solvent. Bagi para pelaku usaha yang mengekspor produknya, jenis bahan perekat untuk konstruksi kayu seperti ini jelas sangat diperlukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here